Senin, 15 Juli 2024

Kontribusi Petrokimia Gresik di Sektor Pertanian Untuk Pulihkan Ekonomi Nasional

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Petrokimia Gresik sebagai perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding BUMN Pupuk Indonesia, ikut mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional, terutama di bidang ketahanan pangan, khususnya melalui penyediaan pupuk bersubsidi dan komersil yang berkualitas.

 

“Patut disyukuri bersama, sektor pertanian mampu tumbuh di tengah wabah Covid-19. Untuk itu, capaian ini harus terus digenjot bersama sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam upaya memulihkan kembali ekonomi nasional,” tandas Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo.

 

Adapun strategi Petrokimia Gresik dalam upaya meningkatkan ekonomi nasional melalui peningkatkan produktivitas pertanian, ujar Dwi Satriyo, pertama adalah melakukan demonstration plot (demplot) dan panen raya di sejumlah tempat. Selama Adaptasi Kebiasaan baru (ABK) Petrokimia Gresik telah melakukan panen raya tanaman jagung, tomat dan cabai di Gorontalo, kemudian panen raya padi di Kota Madiun, dan demplot di Kabupaten Rote Ndao.

 

“Demplot ini tentu dilakukan dengan mengaplikasikan pemupukan berimbang rekomendasi Petrokimia Gresik, sehingga hasil panen pun melimpah,” kata Dwi Satriyo.

 

Kedua, Petrokimia Gresik juga telah memberikan bantuan pupuk di Kabupaten Bungo (NPK Phonska Plus), Kota Madiun (Petroganik), dan melakukan One Day Promotion khusus untuk tiga produk non-subsidi retail andalan, yaitu NPK Phonska Plus, NPK Petro Nitrat, dan NPK Petro Ningrat di 16 kios yang tersebar di delapan provinsi. Ketiga, Petrokimia Gresik melakukan penyemprotan massal menggunakan pupuk organik cair Phonska Oca di enam daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah, antara lain Banyuwangi, Lumajang, Bondowoso, Bojonegoro, Sragen dan Banjarnegara.

 

Keempat membangun kampung percontohan. Petrokimia Gresik telah membangkitkan asa pertanian melalui tiga kampung percontohan, antara lain Kampung Petro Nitrat di Konawe (Sulawesi Tenggara), Kampung Naga Petrokimia di Banyuwangi (Jawa Timur) dan Kampung Petroganik di Mojokerto (Jawa Timur). Kampung pengembangan pertanian dengan mengaplikasikan pupuk non-subsidi Petrokimia Gresik ini bukanlah program parsial, tapi menjadi upaya perusahaan mengoptimalkan potensi yang dimiliki di setiap daerah. Ini akan menjadi percontohan, dengan harapan kesuksesan di kampung tersebut akan diadopsi oleh petani lain di berbagai penjuru tanah air dengan potensi yang sama.

 

Upaya meningkatkan optimisme petani juga diwujudkan perusahaan dengan aktif memberikan bantuan dan kampanye protokol kesehatan kepada petani. 

 

“Melalui berbagai program ini, kami berupaya meningkatkan optimisme petani di tengah wabah Covid-19, agar sektor hulu pertanian tetap berjalan sehingga ketahanan pangan dapat tetap terjaga dan yang tak kalah penting kesejahteraan petani juga terdongkrak” ujar Dwi Satriyo.

 

Sementara itu, upaya lain Petrokimia Gresik dalam peningkatan ekonomi nasional juga diberikan melalui dukungan Corporate Social Responsibility (CSR). Dimana pada tahun ini, Rp41,8 miliar dana CSR dialokasikan untuk membantu pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Angka ini mencapai 80,1% dari anggaran CSR sebesar Rp51,8 miliar. Ini menjadi wujud komitmen Petrokimia Gresik turut aktif meningkatkan perekomomian masyarakat melalui pemberian modal kerja dan pembinaan terhadap pelaku UMKM.

 

Kebanyakan dari pelaku usaha berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur, namun sebagian juga ada yang dari Blora (Jawa Tengah), kemudian Sleman, Bantul, serta Kulon Progo (Yogyakarta). Ia menambahkan jika anggaran kemitraan yang di keluarga Petrokimia Gresik terbilang tinggi tiap tahunnya. Tahun 2018, Petrokimia Gresik telah menyalurkan Rp43,7 miliar untuk 2.296 pelaku usaha, kemudian di tahun 2019 sebesar Rp45,98 miliar untuk 2.117 pelaku UMKM. Sedangkan jika ditotal mulai 2016 hingga sekarang sudah ada 11.325 pelaku usaha atau UMKM yang kami bantu dengan total anggaran lebih dari Rp188 miliar. 

 

Dwi Satriyo menambahkan jika program CSR 2020, Petrokimia Gresik juga menganggarkan dana untuk bina lingkungan sebesar Rp10 miliar. Bantuan ini disalurkan untuk bantuan korban bencana alam, pendidikan, peningkatan kesehatan, pengembangan sarana dan prasarana umum, sarana ibadah, pelestarian alam, dan program pengentasan kemiskinan.

 

“Sejalan dengan kemajuan perusahaan, kami ingin menebarkan lebih banyak lagi untuk masyarakat. Ini sejalan dengan lima program prioritas Menteri BUMN Erick Thohir yaitu meningkatkan nilai ekonomi dan sosial untuk Indonesia terutama di bidang ketahanan pangan,” terangnya.

 

Sumber: Detik.comSabdanews

Foto: dok. Petrokimia Gresik

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU