Senin, 15 Juli 2024

Perum PFN Siap Bertransformasi Dorong Konten Lokal Menuju Global

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Perum Produksi Film Negara atau PFN menyatakan siap mengambil peran sentral sebagai katalis pemajuan industri film dan konten kreatif Indonesia di masa yang akan datang. PFN berkomitmen akan mendukung investasi film dan konten dalam negeri dan melakukan pentrasi pasar global.

 

Hal itu disampaikan Direktur Utama Perum PFN Judith J.N. Dipodiputro saat merayakan Ulang Tahun ke-75 Perum PFN di Jakarta, Selasa (6/10). Ulang tahun yang dilakukan secara sederhana tersebut hanya diikuti oleh sejumlah pegawai Perum PFN karena sebagian lainnya melakukan pekerjaan dari rumah (work from home/WFH) sesuai protokol kesehatan selama pandemi Covid-19. Pegawai yang bekerja dari rumah mengikuti perayaan ulang tahun secara daring. Ulang Tahun ke-75 Perum PFN juga diisi dengan pembukaan Lomba Podcast dan Iklan Layanan Masyarakat.

 

“Bila 75 tahun yang lalu, Pusat Produksi Film Negara berperan sentral sebagai produser sekaligus katalis industri perfilman Indonesia, maka pada usia 75 tahun ini, Perum PFN akan mengambil berperan sentral sebagai katalis pemajuan Industri Film dan Konten Kreatif Indonesia,” tegas Judith.

 

Ia menegaskan, hal itu adalah sebuah transformasi yang berlangsung segara, dalam kecepatan tinggi, namun tetap dengan rancangan yang matang. Kementerian BUMN memang telah mengarahkan Perum PFN untuk menjadi perusahaan pembiayaan perfilman dan konten. Menurut Judith, arahan dari Kementerian BUMN tersebut adalah tantangan yang bisa dihadapi dan dikembangkan, asal saja semua dilakukan dengan kompak dan kreatif oleh Perum PFN.

 

“Di satu sisi peluang yang terbuka amat besar, di sisi lain, tantangannya juga besar,”ujarnya.

 

Menurutnya, ada tiga tantangan utama dalam melakukan transformasi itu, yakni mempersiapkan sumber daya manusia (SDM), membangun tata kelola yang kokoh dan memitigasi resiko serta mengakses permodalan. Namun, ia yakin tantangan itu bisa dilewati jika semua kompak dan percaya pada visi dan misi Perum PFN, bersama-sama mengembangkan diri dan bertransfomasi dan yakin bisa menjadikan Perum PFN sebagai perusahaan terdepan dalam industri film dan konten kreatif di Indonesia.

 

“Manajemen memutuskan bahwa HUT ke-75 ini akan diperingati dalam kurun waktu 365 hari. Karena satu tahun ke depan ini akan menjadi kawah candradimuka bagi kita semua, dalam mentransformasi Perum PFN,” kata Judith.

 

Ketua Dewan Pengawas Perum PFN Ricky Joseph Pesik mengatakan, transformasi bagi Perum PFN belum terlambat untuk dilakukan. Ia mencontohkan saat ini PFN adalah pemain sepak bola. Namun, sekarang peran PFN diarahkan untuk berganti jadi pemain basket.

 

“Ini tantangan tersendiri karena game-nya sudah beda,” kata Ricky.

 

Tetapi, ia yakin Perum PFN akan mampu melakukan transfomasi menjadi perusahaan pembiayaan itu. Ia juga berharap agar Perum PFN mampu menjadi perusahaan pembiayaan perfilman yang diperhitungan, tidak saja dalam negeri, tetapi juga luar negeri.

 

Anggota Dewan Pengawas Perum PFN Rosarita Niken Widiastuti menambahkan, transfomasi yang dilakukan Perum PFN adalah proses bisnis yang baru sesuai perkembangan zaman. Ia berharap transfomasi itu akan menjadi proses belajar berkolaborasi sehingga ke depan Perum PFN makin banyak menghasilkan film dan konten yang berkualitas.

 

Sebagai informasi, dalam 15-20 tahun terakhir, industri film dan konten di Indonesia terus bertumbuh. Bahkan di masa pandemi Covid-19 saat ini, industri film dan konten masih bisa bertumbuh. Hal itu menunjukkan industri film dan konten sangat menjanjikan untuk pertumbuhan ekonomi kreatif di masyarakat.

 PFN

Sumber: AntaranewsIJN.co.id

Foto: dok. PFN

Infografis: BUMNINFO/Naufal Anjani

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU