Sabtu, 13 April 2024

Masuki Semester II, Produktivitas Sawit PTPN V Capai 23,9 Ton per Hektare

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V, anak perusahaan holding Perkebunan Nusantara yang berlokasi di Provinsi Riau, berhasil meningkatkan produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, mencapai rata-rata sebesar 23,9 ton per hektare. Tingkat produksi TBS sebesar itu ialah tertinggi sepanjang perusahaan berdiri selama 24 tahun.

 

CEO PTPN V Jatmiko K Santosa menyatakan, pandemi Covid-19 yang tengah melanda Indonesia, tidak menjadi penghalang bagi karyawan dan perusahaan untuk terus produktif dalam mencapai kinerja yang optimal. Hal itu sebagai wujud kontribusi perusahaan dalam membantu program Pemulihan Ekonomi Nasional yang dicanangkan pemerintah.

 

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi TBS pada tahun ini dan seterusnya. Prestasi tersebut merupakan buah dari komitmen manajemen dan karyawan, dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dicanangkan pemerintah. Ini untuk mengatasi perlambatan ekonomi akibat Covid-19,” tutur Jatmiko dalam keterangan tertulis.

 

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat pertumbuhan nilai ekspor minyak kelapa sawit dan produk turunannya. Per Juli 2020, ekspor sawit naik 15 persen atau senilai US$244 juta menjadi US$1,86 miliar dibandingkan Juni 2020. Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono mengatakan nilai ekspor Juli menyumbang 13,6 persen terhadap nilai ekspor nasional yang sebesar US$13,3 miliar. Kenaikan nilai ekspor sawit dipengaruhi oleh kenaikan CPO global.

 

“Kenaikan nilai ekspor didukung oleh kenaikan harga CPO dari rata-rata US$602 cif Rotterdam pada Juni menjadi US$659 pada Juli,” ujarnya melalui keterangan resmi, dikutip dari Antara Senin (21/9).

 

Dari sisi volume, ekspor sawit pada Juli tercatat naik 13%, yakni dari 2,76 juta ton menjadi 3,13 juta ton. Peningkatan volume sawit dipengaruhi kenaikan ekspor produk olahan CPO dan laurik. Ekspor produk olahan CPO naik 21,8% atau sebanyak 352 ribu ton dari 1,6 juta ton menjadi 1,97 juta ton. Sedangkan, laurik (PKO dan olahan PKO) naik 32 ribu ton.

 

Meskipun volume pada Juli mengalami kenaikan, secara tahunan periode Januari-Juli 2020, kinerja ekspor sawit mengalami penurunan. Total ekspor produk minyak sawit Januari-Juli 2020 mencapai 18,63 juta ton atau 1,19 juta ton lebih rendah dari periode yang sama pada tahun lalu.

 

“Ekspor ke China 2020 sebesar 2,63 juta ton atau hanya sekitar 61 persen dari tahun lalu yang sebesar 4,28 juta ton ton. Sementara, ekspor ke India naik menjadi 3,25 juta ton, lebih tinggi 22% dari ekspor tahun lalu,” terang Mukti.

 

Dengan mulai pulihnya harga jual minyak sawit atau crude palm oil (CPO) yang terus beranjak naik pada paruh kedua tahun ini, hal itu akan berdampak positif pada pendapatan perusahaan. Jatmiko optimistis hingga akhir tahun ini, selain mampu menjaga tingkat produksi sebesar 24,24 ton per hektare, pendapatan perusahaan diprediksi bisa mencapai Rp4,8 triliun atau tumbuh 16,25% dari pendapatan tahun lalu.

 

Jatmiko menambahkan, target pendapatan sebesar itu tidak seluruhnya bersumber dari kebun milik PTPN V sendiri. Sekitar 40% dikontribusi dari kebun sawit milik rakyat, baik yang menjadi mitra plasma PTPN V maupun petani swadaya. Sinergi itu sejalan dengan upaya perusahaan membantu memulihkan perekonomian setempat dengan meningkatkan kesejahteraan mitra petani binaan. Optimisme tersebut didasari proses produksi dan operasional sejumlah unit kebun sawit dan karet PTPN V yang saat ini berada dalam kondisi optimal. 

 

Diketahui unit kebun Tamora yang berlokasi di Kabupaten Kampar, Riau, berhasil menyabet berbagai penghargaan dari Holding Perkebunan Nusantara. Unit kerja dengan komoditas perkebunan sawit dan karet tersebut menjadi kebun sawit terbaik pertama di lingkungan PTPN Group seluruh Indonesia. Di antaranya dari aspek capaian produksi atas rencana tahunan, produktivitas, mutu produk dan indikator lainnya pada semester pertama 2020.

 

Selain menjadikan Kebun Tamora sebagai kebun sawit terbaik di lingkungan perkebunan negara, PTPN V juga berhasil mengukir prestasi untuk komoditas karet. Tamora berhasil meraih posisi ke dua di antara seluruh perkebunan Karet yang ada di lingkup Perkebunan milik pemerintah.

 Produksi Sawit Melonjak PTPN V (1)

Sumber: Kontan.co.idCNN Indonesia

Foto: Istimewa

Infografis: BUMNINFO/Nashwan Ihsan

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU