Senin, 20 Mei 2024

Bio Farma Siapkan Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Akhir Tahun Ini

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Menteri BUMN Erick Thohir mengumumkan bahwa produksi vaksin Covid-19 dari Sinovac, China yang saat ini memasuki tahap persiapan uji klinis fase 3, akan dinaikkan kapasitasnya menjadi 250 juta dosis. 

 

PT Bio Farma (Persero) selaku produsen vaksin ini untuk Indonesia, awalnya hanya memiliki kapasitas produksi sebesar 100 juta dosis. Namun, Erick menjanjikan akan siap menambah 150 juta dosis tambahan hingga Desember 2020 nanti. Untuk itu, Perseroan sedang menyiapkan fasilitas produksi tambahan sebesar 150 juta dosis. Fasilitas produksi tambahan ini akan siap pada Desember 2020, dari rencana semula awal tahun 2021.

 

“Jadi pada tahun depan akan diproduksi sebanyak 250 juta dosis, dan jumlahnya akan mencukupi untuk Indonesia. Bukan tidak mungkin, Bio Farma bisa mengekspor juga vaksin Covid-19 untuk membantu negara lain,” ujar Erick dalam siaran pers, Selasa (4/8/2020).

 

Erick meminta masyarakat tidak ragu jika vaksin Covid-19 ini lulus uji klinis fase 3 dan diproduksi. Sebab Bio Farma sudah berpengalaman dalam memproduksi vaksin sejak tahun 1890. Bahkan hingga kini, sudah ada 15 produk vaksinnya yang lulus Pre-Kualifikasi Badan Kesehatan Dunia (WHO). Produk-produk tersebut digunakan 150 negara, termasuk negara–negara di Timur Tengah. Bahkan negara-negara itu melakukan studi vaksin kepada Bio Farma.

 

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengungkapkan, pihaknya bersedia menginvenstasikan sekitar Rp 1,3 triliun untuk menambah kapasitas produksi vaksin Covid-19 itu. Salah satu rencananya adalah dengan pengaktifan kembali Gedung 43 yang telah memiliki kapasitas produksi sebanyak 150 juta dosis vaksin itu.

 

“Tergantung nanti seberapa besar kita mau bikin, tapi contoh Gedung 43 yang sedang kita bangun itu, kita investasi sekitar Rp 1,3 triliun,” ujar Honesti.

 

Menurutnya, investasi tersebut tak hanya disuntikkan untuk pengembangan infrastruktur, namun juga menambah kekuatan sumber daya manusia di bidang riset dan pengembangan (R&D) dan juga teknologi produksi.

 

Enggak mungkin kita ini tidak berinvestasi, penyakit juga bertambah terus, teknologi-teknologi juga berkembang dengan cepat. Kita tak hanya investasi di infrastruktur, tapi juga dari orangnya, terutama di R&D dan produksi,” tegasnya.

 

Vaksin Covid-19 saat ini sedang menjadi kebutuhan dunia. Seluruh lembaga penelitian dunia berlomba–lomba menemukan vaksin Covid-19. Di Indonesia, Bio Farma menggandeng perusahaan Sinovac. Alasannya, karena vaksin Covid-19 yang dikembangkan Sinovac, menggunakan platform inactivated atau virus yang dilumpuhkan, metode yang selama ini ditempuh Bio Farma sejak lama.

 

Faktor lainnya, hingga kini mereka memiliki kemampuan pengembangan vaksin Covid-19 tercepat, mempunyai pengalaman sebagai perusahaan pertama di dunia yang menyelesaikan fase 1 untuk vaksin SARS, dan memiliki produk vaksin H1N1 (Swine Flu) pertama yang disetujui dunia.

 

Sumber: Kompas.comDetik.com

Foto: ABC NEWS

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU