Kamis, 23 Mei 2024

Semen Baturaja Optimistis Bisa Menjaga Kinerja di Semester II 2020

ads-custom-5

Palembang, BUMNInfo | PT Semen Baturaja (Persero) Tbk tak terlepas dari tekanan pandemi Covid-19. Perseroan mencatat adanya penurunan pendapatan sebesar 20,5% menjadi Rp 335,76 miliar. Hal ini mengakibatkan terjadinya kerugian bersih sebesar Rp 64,16 miliar sepanjang kuartal I 2020. Keadaan itu berbalik dari posisi periode yang sama tahun sebelumnya di mana Semen Baturaja masih mencatatkan laba bersih senilai Rp 4,16 miliar.

 

VP Corporate Secretary Semen Baturaja Basthony Santri mengungkapkan terjadinya penurunan kinerja SMBR pada kuartal pertama tahun ini dikarenakan kondisi pandemi Covid-19 membuat permintaan produk merosot tajam. Turunnya permintaan itu kemudian mempengaruhi penjualan dalam setengah tahun ini.

 

Kendati demikian, Basthony mengklaim perusahaan telah melihat adanya tren positif dalam dua bulan ke belakang. Hal ini didasari mulainya adaptasi kebiasaan baru yang diimplementasikan BUMN.

 

“Jika dilihat dari tren dua bulan terakhir ini sudah terlihat adanya tren positif. Kami masih optimis semester kedua ini lebih baik dari semester satu,” ujar Basthony dilansir dari Kontan.co.id, Jumat (19/7/2020).

 

Untuk mempertahankan kinerja, emiten semen asal Sumatera Selatan itu akan mengefisiensi dan mengoptimalisasikan semua biaya korporasi. Lalu melakukan optimalisasi di pasar basis, yakni di Sumatra Bagian Selatan serta berekspansi untuk meningkatkan utilisasi.

 

Direktur Pemasaran Semen Baturaja Dede Parasade mengatakan pihaknya telah menggodok dua strategi utama untuk meningkatkan kinerja di sisa paruh tahun ini. yang pertama adalah memasang mode agresif untuk pasar Lampung dan Jambi.

 

“Ini untuk menaikkan market share dengan pembukaan dan pengisian gudang baru distributor di seluruh kabupaten,” tutur Dede.

 

Emiten berkode saham SMBR ini juga melakukan cost leadership yang berarti langkah efisiensi biaya di sisi produksi termasuk penggunaan low rank coal. Ia memperkirakan volume penjualan akan stagnan dari tahun lalu, yakni di kisaran 2 juta ton.

 

“Fokus kami adalah untuk meningkatkan volume penjualan di pasar basis dengan memastikan ketersediaan pasokan semen di seluruh wilayah pemasaran secara berkelanjutan,” jelasnya dikutip dari Bisnis.com.

 

Tak hanya menguatkan pasar di Sumatera Bagian Selatan, Semen Baturaja juga akan gencar melakukan ekspansi ke sejumlah daerah berpotensi. Kini, pasar domestik dan internasional menjadi sasaran perusahaan. Untuk pasar dalam negeri, Basthony mengatakan SMBR melihat peluang penjualan yang potensial di luar pasar utama.

 

“Kami akan mencoba masuk ke Kalimantan, karena pasar di wilayah seperti Pontianak terbilang menjanjikan. Kami juga sedang mengkaji wilayah-wilayah lainnya,” ungkap Basthony.

 

SMBR juga akan membidik potensi pemasaran di luar negeri untuk memperluas jangkauan perseroan. Saat ini, perseroan melirik wilayah Australia dan Filipina sebagai tujuan ekspor yang potensial.

 

Atas adanya kenaikan tren penjualan dalam dua bulan terakhir ini, maka dari itu perseroan akan tetap optimis bisa rebound di paruh kedua. Untuk itu, SMBR menargetkan penjualan yang lebih tinggi dari Semester I/2020. Manajemen optimistis bahwa demand semen meningkat dan konsumsi semen di masyarakat akan membaik seiring dengan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan masuk ke fase kenormalan baru.

 

“Kami juga sudah siap untuk menghadapi lonjakan permintaan semen di Semester II/2020 dengan ditunjang oleh operasional dan armada yang memadai,” katanya.

 

Sementara itu, volume penjualan semen SMBR pada Semester I/2020 adalah sebesar 746.612 ton atau berhasil mencapai 84% berbanding periode yang sama tahun lalu. Pencapaian tersebut, lanjut Bastoni, terbilang amat baik mengingat pandemi virus corona menyebabkan penurunan permintaan semen nasional.

 semen baturaja

Sumber: Kontan.co.idBisnis.com

Foto: dok. Semen Baturaja

Infografis: BUMNINFO/Naufal Anjani

 

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU