Kamis, 23 Mei 2024

Rajawali Nusindo Bukukan Laba Rp 93,1 Miliar pada 2019

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI yakni PT Rajawali Nusindo mengalami peningkatan kinerja tahun buku 2019 yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Perusahaan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 93,1 miliar atau tumbuh 27,6% dibanding tahun 2018 yang mencatat laba sebesar Rp 72,9 miliar.

 

Kontribusi laba sebelum pajak dari pilar Healthcare atau obat-obatan dan alat kesehatan sebesar Rp 482 miliar, meningkat dibanding pencapaian tahun 2018 yang mencatat laba sebesar Rp 394 miliar. Sementara dari pilar Consumer dan Trading membukukan kontribusi laba sebelum pajak sebesar Rp 45 miliar.

 

Dari sisi penjualan di 2019, perusahaan mencatatkan penjualan sebesar Rp 3,9 triliun, tumbuh 14% dari Rp 3,4 triliun di 2018. Penjualan terbesar berasal dari pilar Healthcare sebesar Rp 2,2 triliun, pilar Consumer & Trading sebesar Rp 1,7 triliun. Sedangkan tingkat kesehatan perusahaan pada 2019 yang dihitung berdasarkan SK Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002, Rajawali Nusindo termasuk dalam kategori “SEHAT AA” dengan total skor 80,50.

 

Untuk keberlanjutan penerapan tata kelola yang baik pada 2019, telah dilakukan assessment penerapan Good Corporate Governance (GCG) oleh induknya PT RNI sebagai holding perusahaan. Hasil assessment GCG pada tahun itu mencapai predikat “Sangat Baik” dengan perolehan skor 86,49 atau naik 1,59% dari tahun 2018 yang hanya meraih skor 84,90.

 

Di samping itu telah dilakukan sosialisasi dan uji tingkat pemahaman kepada 39 peserta, yang mewakili unit kerja terkait dikantor pusat dan diharapkan akan menjadi kader atau instruktur untuk melaksanakan sosialisasi GCG pada unit kerja lainnya baik di kantor pusat maupun kantor cabang.

 

Sekretaris Korporasi PT Rajawali Nusindo Sofyan Effendi mengatakan, perusahaan memiliki jaringan operasional sebanyak 43 cabang yang tersebar dari Aceh sampai Papua, didukung oleh 525 tenaga penjual dan pemasaran yang kompeten serta memiliki 36.353 pelanggan perusahaan dan bekerjasama dengan 41 mitra kerja di dalam maupun diluar negeri.

 

“Untuk itu PT Rajawali Nusindo telah mencanangkan target pendapatan penjualan tahun 2020 sebesar Rp 4,3 triliun dan beban usaha sebesar Rp 386 miliar,” ungkap Sofyan dalam keterangan tertulis.

 

Pendapatan penjualan ditargetkan meningkat sebesar 5,67% dan beban usaha ditargetkan turun sebesar 15,83% dari 2019. Kenaikan pendapatan penjualan dan penurunan beban usaha dapat mendorong peningkatan perolehan laba setelah pajak perusahaan yang dalam 2020 ditargetkan sebesar Rp 113 miliar atau naik 21,5% dari tahun sebelumnya.

 

Menurut Sofyan, Rajawali Nusindo percaya bahwa bisnis di bidang perdagangan, pemasaran dan distribusi akan terus tumbuh. Keyakinan ini juga diperkuat dengan beberapa faktor penunjang yang menjadi keunggulan perusahaan baik dari aspek operasional maupun strategi pengembangan usaha antara lain struktur permodalan yang kuat, kemampuan perencanaan manajemen yang solid, standar prosedur operasional yang teruji, biaya operasi yang ekonomis, kualitas pelayanan yang terukur, dan berbagai produk yang unggul. Pesan inilah yang harus secara fokus dan terus menerus disampaikan kepada pasar.

 

“Kunci keberhasilan pertumbuhan suatu produk terletak pada kemampuan untuk menarik konsumen baru, karena dengan demikian penetrasi pasar akan semakin ketat dan meningkat. Salah satu strategi yang dilakukan adalah menjaga dan mengembangkan reputasi perusahaan dalam bidang distribusi, pemasaran dan perdagangan obat dan alat kesehatan serta trading di Indonesia yang telah mendapatkan pengakuan secara nasional maupun internasional,” terangnya.

 

PT Rajawali Nusindo bergerak di bidang perdagangan dan distribusi farmasi, alat kesehatan, konsumer dan produk industrial. Pada 2004, Nusindo spin-off dari induknya, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) menjadi entitas sendiri, dan hingga 2019 memiliki 43 cabang yang tersebar dari Aceh hingga Jayapura di 34 provinsi.

 

Fokus bisnis Rajawali Nusindo terdiri dari pilar Healthcare, Consumer dan Trading Agro Industri. Hingga kini, perusahaan memiliki total 36.374 pelanggan mulai dari rumah sakit, apotek, klinik, dinas kesehatan, toko obat, toko listrik, toko bangunan, kios dan toko kelontong, grosir dan mini market. Produk dan ribuan produk yang didistribusikan baik berasal dari RNI Group dan non RNI Group termasuk kerjasama dengan supplier dari luar negeri. Saluran distribusi yang telah dibentuk oleh Rajawali Nusindo dari Aceh hingga Jayapura merupakan modal kerja utama untuk mengembangkan usaha sebagai perusahaan distribusi.

 

rajawali nusindo

 

Sumber: RepublikaKilas Jatim

Foto: dok. Rajawali Nusindo

Infografis: BUMNINFO/Naufal Anjani

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU