Kamis, 23 Mei 2024

Erick Thohir Rencanakan Merger Bank BUMN Syariah pada Februari 2021

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan melakukan penggabungan atau merger bank-bank syariah di bawah Himbara. Hingga saat ini, progres merger tersebut masih dalam kajian.

 

Menteri Erick Thohir menargetkan proses merger akan rampung pada Februari 2021 mendatang. Adapun bank syariah yang dimaksud adalah PT Bank BRI Syariah Tbk, PT Bank BNI Syariah, PT Bank Mandiri Syariah, dan unit usaha syariah PT Bank Tabungan Negara Tbk.

 

“Beberapa bank syariah jadi satu. Insya Allah Februari tahun depan jadi satu,” ungkap Erick dalam konferensi virtual, Kamis (2/7).

 

Ia menjelaskan, tujuan penggabungan itu karena untuk menumbuhkan perbankan syariah di Indonesia. Sebab, melihat jumlah penduduk Indonesia yang mayoritas muslim, tentu itu merupakan potensi pasar yang besar. Ia juga ingin menyatukan dana pensiun yang terafiliasi BUMN dan bank syariah milik negara.

 

Dilansir dari Kontan.co.id, rencana penggabungan bank syariah pelat merah sebenarnya sudah bergulir sejak awal 2019 lalu, di mana program merger ini dibuat Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dengan tujuan untuk mempercepat, memperluas, dan memajukan pengembangan keuangan syariah.

 

Saat itu KNKS sedang mengkaji alternatif lain untuk percepatan pertumbuhan perbankan syariah melalui beberapa cara. Pertama, pembentukan bank investasi syariah. Kedua, konversi bank konvensional atau BPD. Ketiga, pembentukan holding bank BUMN syariah. Keempat, setoran modal langsung pemerintah ke bank syariah.

 

Tanggapan Bank Syariah

Sejumlah Bank syariah milik negara menanggapi kabar yang tersiar ini. Misalnya, PT Bank BRI Syariah Tbk. mengaku akan mendukung kebijakan pemerintah terkait rencana merger tersebut.

 

Corporate Secretary BRI Syariah Mulyatno Rachmanto mengatakan akan selalu mendukung kebijakan pemerintah. Kendati akan digabungkan dengan bank syariah lain, BRI Syariah akan tetap berfokus untuk meningkatkan kinerja supaya bisa menjadi bank ritel modern terkemuka dengan ragam layanan finansial.

 

“Apapun yang menjadi program dan arahan pemerintah untuk memperkuat BUMN demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Indonesia,” katanya dikutip dari Bisnis.com.

 

PT Bank BNI Syariah juga menyambut positif rencana merger ini. Sekretaris Perusahaan BNI Syariah Bambang Sutrisno menyampaikan pihaknya masih akan terus berkomitmen pada pengembangan industri perbankan syariah. Adapun rencana merger tidak mengganggu pada pelayanan, termasuk juga target-target bisnis tahun ini.

 

“Insya Allah (tidak mengganggu), saat ini kami terus fokus kepada peningkatan layanan pada nasabah dan kinerja bisnis,” tegas Bambang.

 

Ia menambahkan, BNI Syariah akan mendukung upaya-upaya Kementerian BUMN dalam mengembangkan perbankan syariah melalui strategi dan arahan yang terstruktur. Saat ini, peningkatan kinerja dan layanan tetap menjadi prioritas perusahaan.

 

Sama halnya dengan badan usaha syariah (BUS) lainnya, PT Bank Syariah Mandiri juga sangat mendukung kebijakan Erick ini. Corporate Secretary Mandiri Syariah Ahmad Reza menyatakan rencana ini baik untuk peningkatan kinerja bank syariah dan kemaslahatan umat.

 

Satu-satunya unit usaha syariah (UUS) di BUMN perbankan yakni UUS Bank BTN sebetulnya juga ikut menilai kebijakan ini secara positif. Hanya saja pihaknya tak mau terburu-buru mengubah status mereka menjadi BUS.

 

Direktur Finance, Planning, & Treasury PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu mengatakan pihaknya butuh waktu untuk mengkonversi UUS menjadi BUS untuk merger dengan bank BUMN lain.

 

“BTN tengah fokus melaksanakan restrukturisasi kredit bagi nasabah terdampak Covid-19,” jelas Nixon.

 

Karena perbankan syariah milik BTN masih berstatus UUS, mereka harus melaksanakan spin off. Sedangkan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK), spin off bisa dilaksanakan paling lama pada 2023.

 

Terlepas dari itu, sebagai negara dengan populasi penduduk muslim terbanyak di dunia, Erick optimis kebijakan tersebut bisa membuat Indonesia memiliki bank syariah berskala besar.

 

“Saya mau merger bank syariah supaya jadi top bank. Kita mesti welcome dengan semuanya,” tuturnya.

 

Sumber: Kontan.co.idKatadata

Foto: REPUBLIKA/Aditya Pradana Putra

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU