Sabtu, 8 Juni 2024

Belum Setahun Menjabat, Erick Thohir Lakukan Sejumlah Langkah Penyegaran

ads-custom-5

Pekan-pekan ini merupakan masa yang menyibukkan bagi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sejumlah emiten pelat merah. Pasalnya, tren perombakan jajaran direksi dan komisaris menjadi perbincangan hangat, baik di tingkat pemerintah, pebisnis, maupun masyarakat.

 

Beberapa nama baru muncul, tapi tak sedikit pula nama-nama lama yang masih berada di pusaran kepemimpinan. Ada pula isu terkait akan dilantiknya pimpinan berusia di bawah 40 tahun atau yang lebih dikenal sebagai milenial. Semua itu bergulir dalam sebulan ke belakang.

 

Semua perubahan ini tak lain atas inisiatif Menteri BUMN Erick Thohir, yang bahkan baru akan memasuki bulan kedelapan masa aktifnya. Tak hanya ia mengubah jajaran direksi dan komisaris dan berbagai perum dan perseroan, ia juga melakukan banyak inovasi segar bagi kementerian beserta perusahaan di bawah naungannya.

 

Berikut sejumlah kebijakan Erick selama delapan bulan menjabat sebagai Menteri BUMN.

 

Rombak Direksi BUMN

Ilustrasi Gedung Kementerian BUMN. Foto: Kementerian BUMN
Ilustrasi Gedung Kementerian BUMN. Foto: Kementerian BUMN

Di Juni ini, Erick merombak puluhan perseroan. Setelah BUMN yang bergerak di bidang konstruksi atau lebih dikenal sebagai BUMN Karya, Erick kembali mengubah line-up direksi dan komisaris di sejumlah BUMN.

 

Dalam dua pekan terakhir ini saja terdapat enam BUMN lain yang melaksanakan rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan untuk memperkenalkan pejabat-pejabat baru. Beberapa di antaranya adalah PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam, dan PT Jasamarga (Persero).

 

Dalam RUPS PTBA yang digelar pada Rabu (10/6) lalu, pemegang saham menyetujui penunjukan Hadis Surya Palapa sebagai Direktur Operasi dan Produksi menggantikan Suryo Eko Hadianto yang telah diangkat menjadi Direktur Transformasi Bisnis di PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Sementara di Antam, Komisaris Jenderal Polisi Bambang Sunarwibowo diangkat sebagai Komisaris PT Aneka Tambang (Persero) Tbk.

 

Emiten pengelolaan jalan tol juga tak luput jadi perhatian Erick. Ia mengangkat Subakti Syukur menjadi Direktur Utama Jasa Marga, menggantikan Desi Arryani. Sebelumnya, Subakti merupakan Direktur Operasi Jasa Marga.

 

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan masih banyak perusahaan pelat merah yang akan mengalami hal serupa. Ketika ditanya soal bagaimana prosedur pemilihan jajaran direksi dan komisaris baru, ia menjelaskan bahwa pihaknya memiliki talent pool yang dikelola oleh Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM).

 

“Di sini ada namanya talent pool BUMN. Makanya jangan heran antar BUMN sering saling ganti direktur di sana dipindah direktur sini karena satu talent pool,” papar Arya.

 

Saat mencari direksi dan komisaris, deputi SDM akan menyeleksi dan mengajukannya ke wakil menteri. Kemudian kedua wamen akan menyerahkan nama-nama potensial kepada Erick. Jika BUMN yang disasar merupakan BUMN strategis, maka nama-nama calon diserahkan ke Presiden Joko Widodo.

 

“Mereka yang seleksi semua. Nanti menteri dilihat apakah perusahaan tersebut strategis atau bukan, kalau strategis sampai level Pak Presiden (seperti) Pertamina, PLN, bank juga sampai presiden,” ungkapnya dikutip dari Detik.com.

 

Memang perombakan direksi bukan hal baru mengingat di kepemimpinan menteri sebelumnya pun terjadi perubahan jabatan berkali-kali. Namun, yang menarik kali ini adalah pengangkatan direktur keuangan baru di bebrapa BUMN. Misalnya di Adhi Karya, Telkom, dan PT Perkebunan Nasional III (PTPN III) yang direktur keuangannya beralih.

 

Dengan adanya perubahan ini, memperlihatkan bahwa Erick menargetkan revolusi dalam pengelolaan keuangan di tubuh BUMN. Terlebih, pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang telah berefek sangat besar bagi kinerja perusahaan pelat merah, harus segera dilaksanakan.

 

Jika diingat, setelah pelantikannya pada akhir Oktober tahun lalu, Erick langsung tancap gas untuk memperbaiki struktur kementerian dengan memangkas jabatan deputi yang tadinya diisi oleh tujuh orang, menjadi hanya tiga orang saja.

 

Selain itu, ia juga langsung mengganti direksi dan komisaris di beberapa perusahaan strategis nasional. Beberapa momentum yang ikonik adalah penunjukan eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnomo atau yang akrab disapa Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina. Lalu ia pun mengangkat mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Chandra Marta Hamzah sebagai Komisaris Utama Bank Tabungan Negara (BTN).

 

Porsi Jabatan untuk Perempuan dan Milenial

Salah satu direktur perempuan di BUMN, yakni Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. Foto: Istimewa
Salah satu direktur perempuan di BUMN, yakni Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. Foto: Istimewa

Di bawah komandonya, Erick juga menginginkan adanya keterwakilan perempuan dan milenial di jajaran direksi dan komisaris BUMN. Menurutnya, keberadaan perempuan dan generasi muda di perusahaan pelat merah mampu memberikan kesegaran dalam pengembangan perusahaan.

 

Ia menginginkan ada sekitar 15% direktur dan komisaris perempuan dalam setiap perusahaan, serta minimal 5% porsi untuk milenial.

 

“Jadi sangat berdosa kita pemimpin BUMN kalau tidak memberi kesempatan besar-besar bagi generasi penerus. Sekarang kita ada lima direksi BUMN di bawah 40, kalau tidak salah. Kalau bisa tiga kali lipat lah jumlahnya” ujar Erick.

 

Rencana pembagian porsi ini semakin terlihat realistis. Pasalnya, pada Jumat (19/6) kemarin, Erick telah melakukan pergantian jajaran direksi PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). Dalam agenda ini, diperkenalkan co-founder dan presiden perusahaan e-commerce Bukalapak, Fajrin Rasyid, seorang direktur berumur 34 tahun yang masuk ke jajaran direksi PT Telkom. Ia diangkat menjadi Direktur Digital Business, sesuai dengan latar belakang keahliannya di bidang informatika dan bisnis.

 

Erick berharap dengan adanya susunan fresh ini mampu mendongkrak kinerja BUMN. Imbuhnya, perombakan direksi dan komisaris di BUMN besar-besaran dilakukan agar perusahaan dapat bergerak lebih lincah dan mencetak laba lebih besar.

 

“Saya sangat percaya perubahan ini dari generasi muda makanya Telkom mengangkat salah satu direktur yang usianya di bawah 40 tahun,” ujarnya.

 

Saat ini, kesetaraan itu sudah terlihat meski belum mendominasi. Misalnya di Pertamina, kursi Direktur Utama diduduki oleh Nicke Widyawati, seorang perempuan. Di PT Indonesia Ferry ASDP juga ada Ira Puspadewi yang jadi orang nomor satu di Perseroan. Masih banyak lagi perempuan di pusaran direktur dan komisaris perusahaan pelat merah.

 

Sementara milenial juga sudah mulai melangkah mantap menjadi pejabat. Misalnya di PT Pertamina Hulu Energi, yang merupakan Subholding Hulu Pertamina, berani mengangkat anak muda yakni Fadli Rahman dengan usia 33 tahun. Kemudian ada Adrian Zakhary yang merupakan komisaris PTPN VIII di umur 32 tahun.

 

Atur Ketat Anak Cucu Usaha

Erick juga mulai memperketat pembentukan entitas perusahaan BUMN. Kebijakan ini berlaku setelah Keputusan Menteri (Permen) BUMN Nomor SK-315/MBU/12/2019 diterbitkan pada 12 Desember 2019.

 

Berlakunya kebijakan ini akan membuat pendirian anak, cucu, cicit perusahaan maupun perusahaan patungan di lingkungan BUMN dihentikan, setidaknya hingga Menteri BUMN melakukan pencabutan atas kebijakan tersebut.

 

Selanjutnya, Kementerian BUMN akan melakukan evaluasi terhadap keberadaan anak perusahaan dan perusahaan patungan yang dinilai sudah tak berkinerja optimal, bahkan bodong. Sehingga kementerian akan mengambil keputusan terbaik berdasarkan pengkajian dengan melibatkan direksi BUMN.

 

Keputusan Menteri ini berlaku untuk seluruh BUMN, termasuk perseroan terbuka, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan. Keputusan menteri dinyatakan mulai berlaku pada tanggal diterbitkannya aturan tersebut.

 

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menjelaskan, mulanya jumlah perusahaan BUMN ini sekitar 140. Kemudian, masing-masing BUMN melahirkan anak cucu bahkan cicit perusahaan sehingga jumlahnya menjadi 800-an.

 

Atas terlalu banyaknya entitas perusahaan yang dianggap membuat efisiensi kinerja menurun, Erick memutuskan untuk merampingkan dan merapikan jumlah BUMN yang ada.

 

“Sebenarnya harus izin ternyata banyak yang tidak ada izinnya, bikin juga, makanya kita langsung melakukan pembenahan mulai merampingkan,” papar Arya.

 

Menurut hasil riset McKinsey, 68% perusahaan BUMN bisa dikonsolidasikan. Erick beranggapan bahwa aksi penyusutan ini bagus untuk pengusaha daerah, pengusaha kecil, dan menengah. Menurutnya, BUMN sudah menjadi lokomotif bagi sepertiga kegiatan ekonomi dalam negeri dan kini waktunya UMKM bersinar.

 

Setop Gunakan APBN

menteri bumn erick thohir

Kementerian menargetkan pada 2022 nanti, perusahaan pelat merah tidak lagi mendapatkan kucuran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebagai gantinya, operasional BUMN akan hidup dari 1% dividen yang diputuskan pada saat hari jadi kementerian April lalu.

 

Kebijakan ini ditargetkan sukses agar visi Kementerian BUMN sama dengan korporasi. Dalam hal ini, menurut Erick, keduanya harus bekerja sama dan menjaga agar dividen yang akan dikembalikan kepada negara semakin hari semakin besar.

 

Sejak menjabat, Erick memang ingin mengembalikan fitrah BUMN. Pertama, ia ingin BUMN kembali ke bisnis intinya dan menjadi ahli di bidangnya. Kedua, ia mau memastikan BUMN profesional dan transparan.

 

“Tidak ada lagi konsep project base, tetapi yang kami mau justru dari mana proses bisnisnya. Jadi tidak hanya ‘bikin ini’ tetapi secara keseluruhan dilihat perlu enggak barang ini,” jelasnya dilansir dari CNN Indonesia.

 

Ia sungguh berharap perubahan BUMN ini sejalan dengan prinsip yang ia bangun khusus untuk kementerian. Menurutnya, konsep AKHLAK atau Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif, Harmonis yang ia gagas sudah sangat menggambarkan organisasi yang ideal bagi kemajuan bangsa.

 

Masih banyak lagi kebijakan Erick lainnya untuk perubahan positif BUMN. Melihat kinerjanya di delapan bulan pertama yang menarik, membuat masyarakat sangat menunggu gebrakan dari mantan ketua komite penyelenggara Asian Games 2018 itu di masa depan, setidaknya untuk empat tahun selanjutnya. (MI)

 

Header Foto: AP/Calanni

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU