Rabu, 17 April 2024

Pandemi, Aneka Tambang Revisi Capex Tahun Ini

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Aneka Tambang Tbk atau Antam melakukan revisi untuk target kinerja tahun ini. Hal ini diakibatkan oleh krisis pandemi Covid-19 yang masih belum surut.

 

Setelah berbagai pertimbangan, perusahaan memilih untuk mempertahankan kinerja perusahaan di tahun lalu. Revisi ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar komoditas dunia, termasuk fluktuasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

 

Direktur Utama Antam Dana Amin mengatakan, saat ini perusahaan tengah dalam proses finalisasi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) untuk mendapatkan pengesahan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

 

Dana menyebut bahwa memang Covid-19 merupakan tantangan yang sangat besar bagi perseroan dalam menjalankan bisnis pada tahun ini, namun ia optimis Antam bisa melewati ini dengan baik.

 

“Pandemi Covid-19 ini tak dapat dipungkiri mengganggu kinerja kita karena komoditas Antam perdagangkan di pasar internasional yang saat ini membatasi aktivitas ekonomi. Namun Antam tetap optimis baik dan melakukan ekspansi pasar,” kata Dana.

 

Secara rinci, revisi tak akan memengaruhi produksi perusahaan untuk tahun ini dan mencoba beradaptasi dengan kondisi yang ada semaksimal mungkin.

 

Namun untuk keuangan, tahun ini perseroan memangkas biaya yang akan dikeluarkan untuk menjaga kondisi kas tetap terjaga dengan baik. Tahun ini Antam, berupaya untuk efisiensi dengan memotong belanja rutin, biaya operasional (operational expenditure) hingga belanja modal (capital expenditure/capex). Dari alokasi capex Rp 3,3 triliun yang direncanakan sebelumnya, biaya ini diturunkan menjadi hanya Rp 1,5 triliun saja.

 

Berdasarkan catatan Dana, hingga Maret lalu, perusahaan baru menyerap senilai Rp 180 miliar. Capex yang lebih besar akan dikeluarkan pada akhir kuartal kedua atau awal kuartal ketiga tahun ini dalam bentuk injeksi modal kepada perusahaan joint venture dengan induk usahanya yakni PT Inalum (Persero) untuk membangun proyek smelter grade alumina refinery (SGAR) di Mempawah.

 

Hingga saat ini persiapan proyek di Mempawah yang telah dilakukan meliputi pembuatan kantor dan mess pekerja, dimana progressnya sudah 90% dan direncanakan sudah siap di akhir bulan ini.

 

Untuk tahap pembukaan lahan (land clearing) sudah mencapai 92% sementara konstruksi jalan juga sudah berjalan dan pengerjaannya mencapai 40%.

 

“Harapannya, akhir tahun ini persiapan lahan sudah siap, atau paling tidak awal 2021 sudah mulai kosntruksi pabriknya,” tambahnya.

 

Hingga kuartal I 2020 perusahaan telah melakukan produksi feronikel sebanyak 6.315 ton nikel dalam feronikel dengan penjualan sebanyak 6.379 ton. Sedangkan produksi nikelnya sendiri mencapai 628.8213 metrik ton. Untuk produksi emas, hingga akhir Maret 2020 telah diproduksi sebanyak 446 kilogram dengan penjualan mencapai 5.097 kilogram.

 

Produksi perak mencapai 3.750 kilogram dengan penjualan sebanyak 2.340 kilogram. Serta produksi bauksit sebanyak 330.384 metrik ton dengan penjualan di periode yang sama sebanyak 128.386 metrik ton.

 

Sumber: CNBC IndonesiaKontan.co.id

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU