Kamis, 23 Mei 2024

Kementerian BUMN Berencana Gabungkan Bulog dengan PTPN dan RNI

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengkaji rencana penggabungan BUMN pangan, yakni Perum Bulog, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI.

 

“Saat ini BUMN sedang menyiapkan roadmap untuk industri pangan di BUMN. Dengan penggabungan PTPN, Bulog dan RNI dalam klaster pangan akan mendorong terbentuknya rantai industri pangan yang terkonsolidasi di BUMN,” papar Erick dalam rilis pers.

 

Menurutnya, penggabungan perusahaan pelat merah ini juga akan mengurangi ketegantungan impor bahan pangan yang hingga kini masih banyak dilakukan para BUMN.

 

“Seperti industri kesehatan, impor juga menjadi masalah krusial di industri pangan, dimana kita masih bergantung pada asing, hal ini perlu direformasi untuk memastikan ketahanan pangan di Indonesia,” tegasnya.

 

Erick menambahkan bahwa saat ini BUMN memiliki 130.000 ha tanah di bawah PTPN dan 140.000 ha lahan yang dimiliki oleh rakyat yang dikelola BUMN. Aset tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menyeimbangkan kebutuhan 3,5 juta ton gula di Indonesia, yang mana 36% di antaranya dipenuhi oleh swasta dan 800 ribu-900 ribu ton dari impor.

 

“Kan 36 persen di antaranya dipenuhi oleh swasta dan 800.000-900.000 ton dari impor. Dengan penggabungan klaster pangan ini, kami yakin BUMN dapat mengurangi impor dan kedepannya bisa mewujudkan ketahanan pangan menuju Indonesia Emas tahun 2045,” pungkasnya.

 

Sumber: SindonewsKumparan

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU