Kamis, 6 Juni 2024

Bio Farma Mulai Distribusikan 100 Ribu Alat PCR Uji Covid-19 Buatannya

ads-custom-5

Bandung, BUMNInfo | PT Bio Farma (Persero) sebagai induk holding BUMN Farmasi, meluncurkan produk lifescience berupa Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Peluncuran ini diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo, dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei lalu.

 

Selain RT-PCR hasil produksi Bio Farma, ada delapan produk lainnya yang turut diluncurkan untuk melawan Covid-19 yang sudah menjadi pandemi global sejak Maret 2019. Semua produk ini, merupakan hasil kolaborasi triple helix antara pemerintah, industri dan dunia pendidikan.

 

Dalam sambutannya, Joko Widodo menyampaikan bahwa saat ini dunia sedang beradu cepat dalam menangani wabah Covid-19, dan hasil produksi Bio Farma ini merupakan karya nyata yang konkrit.

 

“Hari ini merupakan momentum baru bagi kebangkitan bangsa kita, dan kebangkitan sains dan teknologi khususnya dalam bidang kesehatan,” ujar Joko Widodo.

 

Sementara itu, dalam pidato pembukaan yang disampaikan oleh Bambang Brodjonegoro, mengatakan dalam keadaan wabah pandemi Covid-19 Kemenristek/BRIN ingin menjadi bagian dari solusi penanganan wabah ini, riset dan inovasi berperan penting dalam menanggulangi wabah ini oleh karena itu sejak awal Maret 2020 Kemenristek/BRIN menjadi solusi penanganan telah membentuk konsorsium yang beranggotakan Kementerian, Lembaga Pemerintah, Perguruan Tinggi  dan Industri.

 

“Saya berharap produk -produk riset dan inovasi yang hari ini diluncurkan dapat menandai kebangkitan inovasi Indonesia. Sebagai kordinator Riset dan Inovasi Nasional, Kemeristek/BRIN selalu mendorong berbagai lahirnya inovasi bangsa Indonesia yang memberikan dampak yang luas bagi masyarakat,” ujar Bambang.

 

RT-PCR yang Bio Farma hasilkan, merupakan hasil kolaborasi dalam nuansa kegotongroyongan dalam Gerakan Indonesia Pasti Bisa dalam Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan Covid-19 (TFRIC19) sub Group task force Rapid Test Diagnosis berbasis quantitative polymerase chain reaction (qPCR) yang dimotori oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

 

Direktur Pemasaran, Penelitian dan Pengembangan I Bio Farma, Sri Harsi Teteki mengatakan produk Bio Farma berupa RT-PCR kit masuk dalam kategori screening dan diagnosis, yang memiliki fungsi untuk mendeteksi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yang merupakan gold standard dalam pemeriksaan Covid19.

 

“Tugas dari Bio Farma adalah untuk melakukan validasi, yang juga melibatkan lembaga riset lain seperti Litbangkes, Lembaga Eijkman, Balitbangkes dan laboratorium atau rumah sakit rujukan, regristrasi, produksi dan juga distribusi. Produk ini merupakan hilirisasi dari peneltian yang merupakan hasil kolaborasi dan inovasi, dan pada tanggal 5 Mei 2020, sudah mendapatkan Nomor Izin Edar dari Kementerian Kesehatan,” ungkap Sri Harsi.

 

Untuk tahap awal, RT-PCR ini, akan diproduksi sebanyak 100 ribu kit, sampai dengan akhir Mei 2020. Dan jumlah tersebut akan di donasikan untuk kemudian didistribusikan kepada laboratorium yang berada di 45 lokasi. Setelah pendonasian selesai, maka akan dilakukan tahap komersialisasi.

 

Pendistribusian yang dilakukan langsung oleh Bio Farma akan menggunakan sistem rantai dingin (Cold Chain System) dengan suhu pengantaran – (minus) 20 derajat celcius, yang selama ini diterapkan juga pada proses distribusi vaksin, khususnya vaksin polio.

 

Hal lain yang harus terpenuhi dari laboratorium adalah sudah memenuhi standar teknis antara lain memiliki fasilitas Bio Safety Level (BSL) 2, PCR Open System, dan sudah pernah melakukan analisa sampel Covid-19.

 

“Sampai dengan saat ini, sudah 16 lab yang menerima donasi dari Bio Farma, berdasarkan rekomendasi dari BNPB dan Kementerian Kesehatan berdasarkan peta epidemiologi dengan prinsip 3T (Tepat Laboratorium, Tepat Jumlah dan Tepat Waktu),” papar Sri.

 

Sri menambahkan, sebelum didistribusikan, produk yang dapat melakukan pemeriksaan SARS-CoV-2 telah melewati fase uji komparasi, untuk melengkapi uji validasi yang dilakukan oleh tim Nusantics, yang dilaksanakan di 10 laboratorium antara lain Lab Bio Medis Teknologi Dasar Kesehatan Badan Litbangkes, LBM Eijkman, Labkesda DKI Jakarta, RSPI Sulianti Saroso, Lab Mikrobiologi UI, RSUD Tangerang, RS Nasional Diponegoro, Labkesda Prov Jabar, Bio Farma, dan Lab Kimia Farma Diagnostik.

 

Keunggulan yang dimiliki dari RT-PCR ini adalah memiliki spesifiksitas yang tinggi hampir 100% untuk mendeteksi Covid-19 karena didesain oleh target gen sesuai sekuens virus yang ada Indonesia. Keunggulan kedua RT-PCR ini didesain untuk open system PCR sehingga bisa digunakan oleh mesin PCR manapun.

 

Keunggulan berikutnya adalah sudah menerapkan GDP (Good Distribution Process) sesuai dengan rekomendasi dari WHO, di mana dalam pengantaran suhunya mengikuti prinsip sistem rantai dingin (cold chain system), seperti distribusi vaksin pada umumnya dan yang tidak kalah penting, adalah harga yang ditawarkan saat komsersialisasi akan terjangkau.

 

Sumber: Bio Farma

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU