Kamis, 6 Juni 2024

Bersih-bersih Waduk, Jasa Tirta II Gelar Program Padat Karya Tunai di Wilayah Sungai Citarum

ads-custom-5

Purwakarta, BUMNInfo | Perum Jasa Tirta (PJT) II melakukan gotong-royong pembersihan sampah dan eceng gondok di perairan Waduk Jatiluhur pada Sabtu (11/4). Kegiatan ini dimaksud untuk mengantisipasi dan mengurangi pergerakan sampah eceng gondok dan keramba jaring apung (KJA).

 

Gotong-royong dilaksanakan melalui padat karya tunai, bersama 70 warga lokal di sekitar wilayah sungai Citarum pada beberapa titik yang berbeda dan menggunakan 8 unit perahu nelayan, 1 unit excavator dan 2 unit dump truck.

 

Selain itu, PJT II juga akan memasang buoy dan sling pembatas, untuk mencegah pergerakan eceng gondok dan sampah KJA agar tidak mendekati Morning Glory, sebutan untuk bulatan pelimpah air di waduk, dan untuk pengamanan bendungan.

 

“Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan di tengah wabah Covid-19 ini tetap mengutamakan aspek physical distancing dan memperhatikan protokol pencegahan Covid-19,” ungkap Sekretaris PJT II, Nandang Munandar.

 

Nandang menilai, program padat karya tunai gotong-royong bersih-bersih waduk ini menjadi salah satu bentuk kepedulian PJT II kepada warga lokal di tengah pandemi virus Corona.

 

Adanya imbauan pemerintah untuk menghentikan aktivitas di luar rumah, membuat sebagian besar pekerja harian juga merasakan dampaknya, karena pekerjaannya terhenti.

 

“Masyarakat yang turut bergotong-royong memperoleh pengganti transport dan makanan harian. Tentunya, dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19,” ungkap Nandang.

 

Menurutnya, kondisi waduk yang bersih dari sampah dan eceng gondok akan meminimalisasi masuknya sampah ke lubang Morning Glory.

 

General Manajer Wilayah IV PJT II Anom Soal Herudjito menambahkan, gotong-royong pembersihan sampah dan eceng gondok merupakan salah satu upaya perusahaan untuk menjaga kebersihan dan pengamanan Waduk dan PLTA Ir. H. Djuanda. Serta membantu pendapatan masyarakat.

 

“Waduk yang bersih akan memudahkan pemantauan dan pengawasan, dan mendukung olahraga air. Termasuk, yang berada di bawah pembinaan Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI), serta memaksimalkan dalam pengendalian banjir,” imbuh Anom.

 

Daerah Aliran Sungai Citarum dikelola dengan Sistem Waduk Kaskade yang tersusun dari hulu ke hilir yaitu Waduk Saguling, Waduk Cirata dan Waduk Jatiluhur (Ir. H.Djuanda). Sehingga, air limpasan keluar dari Waduk Saguling akan ditampung atau diredam oleh Waduk Cirata.

 

Selanjutnya, air yang keluar dari Waduk Cirata akan diredam oleh Waduk Jatiluhur, sebelum mengalir ke hilir Sungai Citarum meliputi Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi.

 

Pengelolaannya terkoordinasi di bawah Tim Koordinasi Pengelolaan Bendungan Kaskade Citarum (TKPBKC).

 

Meski tampungan air di Waduk Saguling hampir mencapai batas elevasi, PJT II memastikan kapasitas Waduk Jatiluhur masih aman untuk menampung aliran Sungai Citarum di dua waduk di atasnya. Sehingga, Perum dapat mengurangi potensi banjir di hilir Sungai Citarum.

 

“Walaupun dalam kondisi mendekati limpas, Jasa Tirta II memastikan Waduk Jatiluhur akan tetap aman dengan pola operasi waduk yang dinamis, esuai dengan kondisi di lapangan,” tandas Anom.

 

Sumber: Rakyat MerdekaTribunnews

Foto: Radar Tegal

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU