Sabtu, 20 Juli 2024

Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Catat Pertumbuhan Transaksi 40% di Triwulan Pertama 2020

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI berhasil membukukan pertumbuhan kinerja sepanjang kuartal pertama tahun ini. Pihaknya telah merilis laporan pertumbuhan transaksi Kontrak Berjangka Derivatif di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan dikliringkan di KBI sepanjang kuartal I atau Januari – Maret ini.

 

Selama triwulan itu, KBI mencatat pertumbuhan volume transaksi Kontrak Berjangka Derivatif sebesar 40% dibandingkan kuartal I-2019 atau secara year on year (yoy). Volume transaksi tahun ini mencapai 2.205.468,2 lot hampir tumbuh dua kali lipat dari capaian tahun lalu 1.572.079,9 lot.

 

Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi mengatakan, pertumbuhan yang cukup signifikan di triwulan I tahun ini sangat menggembirakan bagi Perseroan di tengah ketidakpastian ekonomi akibat penyebaran Covid-19.

 

“Di tengah Indonesia dilanda wabah Covid-19 saat ini, investasi di Kontrak Berjangka masih diminati para investor. Ini membuktikan, bahwa perdagangan berjangka komoditi cukup tahan terhadap guncangan ekonomi, baik nasional maupun global,” ujar Fajar dalam keterangan resminya.

 

Ia menambahkan, dalam Kontrak Berjangka Derivatif terdapat beberapa jenis transaksi, yaitu Currency, Index, Komoditi Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) serta single stock. Untuk transaksi nilai tukar atau currency, sepanjang kuartal I-2020 volume transaksi yang terjadi sebanyak 252.669 lot, atau meningkat 23% dibandingkan transaksi di periode yang sama tahun lalu yakni 205.646 lot.

 

Untuk transaksi index di kuartal I-2020 tercatat sebanyak 221.187 lot atau meningkat sebesar 28,39% dibandingkan transaksi sepanjang triwulan I tahun 2019 yaitu sebesar 172.280,4 lot. Sedangkan untuk transaksi komoditi SPA, berhasil membukukan transaksi sebanyak 1.731.612lot, atau meningkat 45% dibandingkan periode yang sama tahun lalu 1.194.153,4 lot.

 

Fajar menambahkan, pihaknya optimis kontrak berjangka derivatif akan terus tumbuh.

 

“Bahkan, disaat situasi ekonomi sedang tidak baik karena wabah Corona, kami bisa mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. Ke depan apabila ekonomi kembali kondusif, besar kemungkinan pertumbuhan akan lebih baik,” tegasnya.

 

Selain data tentang kontrak berjangka derivatif, KBI juga merilis data perdagangan pasar fisik timah di BBJ. Pada kuartal I-2020, perdagangannya mencatatkan transaksi sebanyak 3.859 lot.

 

Selain timah murni batangan, KBI akan terus mengajak para pemangku kepentingan untuk membawa perdagangan komoditas ke Bursa Berjangka. Ini bisa dilakukan karena sejalan dengan perannya selaku BUMN dalam mendorong peningkatan ekonomi nasional.

 

“Ada beberapa komoditas yang saat ini sedang dikaji bersama antara KBI dengan BBJ. Kalau tidak ada aral melintang, 2020 ini kami akan merilis beberapa komoditas. Kami juga masih terus melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait ini,” pungkasnya.

 

Sumber: Kontan.co.idRepublika

Foto: KONTAN/Carolus Agus Waluyo

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU