Kamis, 11 Juli 2024

Ulang Tahun Ke-40, PT PAL Beberkan Progres Kapal Rumah Sakit

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Penataran Angkatan Laut Indonesia (Persero) atau PAL Indonesia genap berusia 40 tahun pada 15 April ini. Pada perjalanannya, BUMN ini ahlinya memproduksi kapal perang dan kapal selam bagi Indonesia, khususnya untuk Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).

 

Perusahaan pelat merah ini juga diminta oleh TNI AL untuk membuat kapal yang akan dioperasikan sebagai Rumah Sakit Terapung. Plt. Kepala Departemen Humas PT PAL, Utario Esna Putra mengungkapkan bahwa proses pengerjaan kapal tersebut hingga kini masih terus berjalan. Rencananya kapal akan resmi melaut dan melaksanakan pelayanan medis pada Oktober 2021.

 

“(Kapal RS) yang sekarang sedang dibangun dari awal rancangan memang diperuntukkan berperan sebagai rumah sakit terapung. Pemesannya dari TNI AL,” tutur Utario.

 

Utario menjelaskan, desain dan fungsi kapal ini sedikit berbeda jika dibandingkan dengan kapal pada umumnya yang diproduksi oleh PT PAL. Perusahaan juga akan menerapkan protokol khusus berstandar internasional jika kapal ini nantinya sudah selesai dibangun.

 

“Nanti beroperasi di daerah yang dibutuhkan. Betul (menerapkan protokol khusus). Kapal ini direncanakan selesai di Oktober 2021,” ujarnya.

 

Desain yang dimiliki oleh kapal ini akan mirip dengan KRI Banjarmasin. Akan tetapi tentu ada modifikasi agar kapal mampu menampung peralatan rumah sakit.

 

“Saat ini sedang dibangun dan sedang dalam tahap erection di graving dock. Sebelumnya di awal tahun 2019 PAL pernah menyelesaikan LPD Semarang, di mana merupakan kapal sekelas dengan KRI Banjarmasin, namun dimodifikasi untuk menampung perlatan rumah sakit,” tukasnya.

 

Selain RS Terapung, PT PAL juga tengah menyiapkan peluncuran kapal selam produksinya bernama Alugoro. Pada 4 April lalu, kapal selam tersebut sukses melewati tes tactical diving depth atau kedalaman taktis di perairan utara Bali.

 

“Hasilnya, Alugoro sukses menyelam hingga kedalaman 310,8 meter dengan tekanan lingkungan pada kedalaman tersebut sebesar 30 bar,” urai Direktur Utama PT PAL Budiman Saleh.

 

Alugoro akan terus diuji hingga akhir 2020 nanti, dengan total 53 uji coba Sea Acceptance Test (SAT). Nantinya kapal selam Alugoro akan diserahkan kepada Kementerian Pertahanan dan digunakan untuk armada Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) pada Desember nanti.

 

Kapal selam ini merupakan kapal selam ketiga dari kloter pertama hasil kerja sama PT PAL dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Korea Selatan. Dalam pengerjaan joint section ini, PT PAL berhasil menyelesaikan proyek dengan predikat zero defect.

 

Sumber: Merdeka.comLiputan6.com

Foto: AFP/Juni Kriswanto

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU