Rabu, 22 Mei 2024

INKA Optimis Masih Bisa Ekspor Produk Meski Terhalang Lockdown

ads-custom-5

Madiun, BUMNInfo | Penyebaran virus SARS-CoV-2 atau corona di seluruh dunia semakin masif. Walhasil, sektor perekonomian juga kena imbasnya, salah satunya adalah kegiatan ekspor-impor. Kendati penuh halang rintang, PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA tetap optimis bisa mengirimkan kereta pesanan negara lain dalam waktu dekat. Negara-negara tersebut ialah Filipina dan Bangladesh.

SM Humas Sekretariat dan PKBL PT INKA Inggit Wahyu Prasetio mengungkapkan bahwa hingga saat ini baik produksi maupun pengiriman pemesanan kereta api tetap berjalan sesuai jadwal.

“Selama tidak ada komponen utama yang tertunda bakal sesuai produksi. Memang beberapa komponen diimpor dari Italia dan China, itu yang menyebabkan sedikit keterlambatan,” kata Inggit.

Inggit meyakini proses kerja tidak akan terganggu meski pihaknya juga menerapkan sistem work from home (WFH) selama 14 hari, terhitung dari 18 Maret lalu.

“Lain cerita kalau kebijakannya lebih dari itu. Nanti akan kami kalkulasi lagi untuk target time-nya,” tuturnya.

INKA berharap seluruh pesanan dapat tetap dikerjakan hingga rampung dan dikirimkan ke negara pemesan.

Secara rinci, ekspor gerbong kereta INKA ke Bangladesh berjumlah 200 unit, sementara sisa 22 set yang belum dikirimkan. Sedangkan untuk Filipina, pesanan berjumlah empat train set, dan tinggal dua set lagi yang belum dikirim.

Philippine National Railways (PNR), perusahaan kereta api milik Filipina, memesan total 6 rangkaian kereta diesel (DMU), 3 lokomotif, dan 15 kereta penumpang dari INKA. Total nilai kontraknya mencapai Rp 792 miliar.

Akibat kebijakan lockdown dari Presiden Duterte, pengiriman sisa kereta ke Filipina yang rencananya dilakukan pada 20 Maret lalu tidak jadi dilakukan. Kendati demikian, Project Manager INKA di Filipina, Dadik, memastikan ekspor akan tetap berlanjut. Hanya saja kebijakan lockdown di Filipina akan berdampak pada perubahan jadwal pengiriman. Menurut Dadik, pengiriman kemungkinan akan ditunda hingga dua pekan, atau awal April.

 “Hanya pengiriman yang di-reschedule. Kemungkinan dua minggu,” katanya.

Sementara, sejauh ini tidak ada perubahan dalam pengerjaan dan pengiriman pesanan Bangladesh meski ada kebijakan lockdown per 24 Maret akibat penyebaran Covid-19 di Bangladesh.

 

Sumber: MadiunTodayKumparan

Foto: KUMPARAN/Angga Sukma Wijaya

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU