Rabu, 19 Juni 2024

Mudik Gratis dari Kementerian BUMN Dibatalkan

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Akibat penyebaran virus corona yang semakin meluas, Kementerian BUMN akhirnya memutuskan untuk meniadakan pelaksanaan mudik gratis pada tahun ini. Terutama atas kebijakan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang memperpanjang status darurat bencana non-alam virus corona atau Covid-19 hingga 29 Mei 2020.

“Ya, keputusannya ditiadakan sambil melihat kondisi yang terjadi,” ungkap Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan keputusan penghapusan program mudik gratis lebaran 2020 untuk mencegah penyebaran virus corona hingga ke desa-desa.

“Jangan sampai (program mudik) memindahkan (penyebaran) corona ke dasa-desa,” ujar Arya.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat juga resmi membatalkan program mudik gratis pada masa angkutan Lebaran 2020 dengan alasan serupa. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi menyatakan, baik program mudik gratis yang diadakan oleh Kementerian Perhubungan, BUMN, hingga swasta akan ditiadakan.

Ia menilai penghapusan program mudik gratis merupakan yang tepat walau berat melihat kondisi penyebaran virus Covid-19 yang begitu masif. Budi berharap masyarakat dapat mengerti dan mematuhi apa yang sedang dilakukan pemerintah.

“Saat ini kami juga aktif mendorong masyarakat untuk tidak mudik, meminimalisasi mobilisasi agar tidak memperluas kemungkinan penularan Covid-19,” tutur Budi.

Budi mengatakan untuk di Ditjen Perhubungan Darat, baik mudik gratis dengan bus dan kapal penyeberangan semuanya akan dihapuskan. Pemerintah saat ini akan berganti fokus mengatasi penularan Covid-19.

“Karena kita tahu dengan mudik, artinya ada arus orang banyak yang akan melakukan perjalanan. Ini tentu berbahaya dan beresiko tinggi jika tetap dilakukan,” lanjut Budi.

Budi mengharapkan masyarakat tidak bepergian apalagi melakukan mudik pada saat libur lebaran nanti. Ia juga mengimbau masyarakat tidak melakukan perjalanan dulu hingga situasi kondusif.

“Mudik melibatkan banyak massa, berpotensi menjadi titik penyebaran virus tersebut, yang mudik bepergian ke daerahnya masing-masing akan berpotensi membuat wilayah persebaran Covid-19 semakin luas. Kami akan gencarkan kampanye ini secara terus menerus,” kata Budi.

Seyogianya, program mudik gratis dari Kementerian BUMN membuka pendaftaran sejak 10 Maret hingga 17 April mendatang. Program mudik gratis ini merupakan perwujudan peran BUMN sebagai agent of development, dilandasi semangat kolaborasi yang bernilai sosial tinggi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat guna merayakan Lebaran di kampung halaman.

Mengutip laman resmi Mudik Bersama BUMN, terdapat 107 BUMN yang berpartisipasi dalam program ini, di mana pada tahun sebelumnya diikuti sebanyak 104 BUMN. Target pemudik yang akan diberangkatkan sejumlah 275.000 orang atau meningkat 10 persen dibandingkan tahun 2019 sebanyak 250.000 orang.

Kuota pemudik dari Jasa Raharja tahun ini seharusnya menjadi jumlah paling banyak daripada BUMN lain, dengan target mencapai 44 ribu orang. Naik 10 persen dari tahun lalu yang mencapai 40 ribu orang.

Pada tanggal 19 Mei 2020 atau H-6 Hari Raya Idul Fitri rencananya akan dilaksanakan Flag Off Mudik Bareng BUMN Tahun 2020 di Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta. Dikarenakan penyebaran virus corona semakin meluas ddengan pasien yang meningkat setiap hari, dengan berat hati Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan harus membatalkan programnya tahun ini sambil melihat perkembangan Covid-19 hingga beberapa pekan ke depan.

 

Sumber: RepublikaKompas.com

Foto: Merdeka.com

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU