Jumat, 8 Desember 2023

Bandara Internasional Yogyakarta Resmi Beroperasi Penuh 29 Maret 2020

ads-custom-5

Yogyakarta, BUMNInfo | Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo, Yogyakarta akan dioperasikan secara penuh mulai 29 Maret 2020 mendatang. Pembukaan bandara ini ditandai dengan pemindahan seluruh penerbangan di Bandara Adisutjipto Yogyakarta ke YIA, kecuali untuk penerbangan berjadwal dan tidak terjadwal yang menggunakan pesawat propeller serta penerbangan VIP yang menggunakan pesawat jet pribadi.

Penerbangan komersial yang dipindahkan sebanyak 54 penerbangan yang terdiri dari 48 penerbangan domestik (24 jadwal keberangkatan dan 24 jadwal kedatangan) dan 6 jadwal penerbangan internasional dengan rute Malaysia dan Singapura.

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi menuturkan bahwa YIA merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diamanatkan Pemerintah Republik Indonesia kepada Angkasa Pura I untuk mengatasi permasalahan lack of capacity yang terjadi di Bandara Adisutjipto.

“Kepindahan seluruh penerbangan dari Bandara Adisutjipto di tengah situasi seperti saat ini juga merupakan solusi untuk mengurangi risiko penularan Virus Corona/Covid-19 di tengah padatnya penumpang dan sempitnya ruang untuk menerapkan konsep social distancing dengan maksimal di Bandara Adisutjipto,” ujar Faik.

Atasi Lack of Capacity dari Bandara Lama

Bandara dengan terminal penumpang seluas 219.000 meter persegi ini diyakini mampu menampung hingga 20 juta penumpang per tahun atau 11 kali lebih besar dibanding Bandara Adisutjipto yang hanya dapat menampung 1,8 juta penumpang per tahun. Dengan kapasitas besar seperti ini maka permasalahan ketidakmampuan terminal menampung kapasitas penumpang atau lack of capacity bisa diatasi.

Bandara ini memiliki landas pacu (runway) sepanjang 3.250 x 45 meter dengan shoulder (bahu runway) 15 meter di kedua sisi dan memiliki tingkat kekerasan PCN (Pavement Classification Number) 107. Adapun fasilitas Penyelamatan Kecelakaan Pesawat dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) di YIA berada di Kategori 8.

 “Spesifikasi ini membuat YIA mampu didarati oleh pesawat berbadan besar dan terberat seperti Boeing 777-300 dan Airbus A380,” sambung Faik.

Sejak awal beroperasi pada 6 Mei 2019 hingga Februari 2020, YIA telah melayani lebih dari 336.823 penumpang dan 3.843 pergerakan pesawat dengan 13 rute domestik tujuan Denpasar, Banjarmasin, Palembang, Jakarta (Cengkareng dan Halim Perdanakusuma), Palangkaraya, Batam, Banjarmasin, Samarinda, Tarakan, Pontianak, Makassar, dan Kualanamu.

Beroperasinya YIA secara penuh akan membuat operasional YIA bertambah menjadi 24 jam dari yang sebelumnya hanya beroperasi 12 jam dari pukul 06.00 – 18.00 WIB. Sementara, jam operasi Bandara Adisutjipto Yogyakarta akan berubah dari sebelumnya pukul 05.00 – 21.00 WIB, menjadi pukul 05.00 – 18.00 WIB.

“Dengan beroperasinya YIA secara penuh, ke depannya, kami sangat yakin akan mampu memberikan multiplier effect bagi perekonomian, pariwisata dan logistik di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya Kulon Progo hingga daerah Jawa Tengah,” katanya.

Proyek AP I Lainnya

Di tengah kondisi merebaknya Virus Corona di beberapa wilayah di tanah air, Angkasa Pura Airports memastikan pengerjaan proyek pengembangan tujuh bandara tetap berjalan, terutama di daerah yang warganya teridentifikasi terjangkit Virus Corona seperti Yogyakarta, Bali, dan Sulawesi Utara.

Untuk mendukung tetap berjalannya pengerjaan beberapa proyek pengembangan bandara tersebut sekaligus mencegah penularan lebih jauh virus corona, Angkasa Pura Airports bekerja sama dengan mitra kontraktor memeriksa dan menjaga kesehatan para pekerja proyek pengembangan bandara melalui pemeriksaan suhu tubuh, pembagian masker, dan penyediaan hand sanitizer.

Pemeriksaan kesehatan pekerja proyek pengembangan bandara, terutama dilakukan di Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, dan Bandara El Tari Kupang. Khusus di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar juga dilakukan sosialisasi mengenai virus corona, upaya pencegahan penyebarannya bagi para pekerja proyek, dan penyemprotan disinfektan yang direncanakan dilakukan satu minggu sekali mulai minggu ketiga Maret ini.

Realisasi progress paket 1 pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar hingga 10 Maret 2020 telah mencapai 47,6%. Adapun pengembangan paket 1 Bandara Sultan Hasanuddin Makassar terdiri dari perluasan gedung terminal penumpang utama dan terminal sisi selatan, pembangunan fly over dan jalan akses utama, jembatan penghubung, gedung parkir sisi utara, dan gedung utilitas. Pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar akan meningkatkan kapasitas menjadi 15 juta penumpang per tahun dari 7 juta penumpang per tahun dan ditargetkan selesai pada Mei 2021.

Sementara untuk pengembangan Bandara Sam Ratulangi Manado yang akan meningkatkan kapasitas terminal dari 2,7 juta menjadi 5,7 juta orang pertahun ini dijadwalkan akan rampung pada Desember 2020. Pengembangan Bandara El Tari Kupang juga akan dirampungkan secepatnya agar pada 2021 bisa dioperasikan secara penuh.

 

Sumber: Detik.comAngkasa Pura I

Foto: Departemen Perhubungan

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU