Senin, 20 Mei 2024

Erick Thohir Rekomendasikan 4 RS BUMN Jadi RS Rujukan Pasien Corona

ads-custom-5
Jakarta, BUMNInfo | Hingga hari ini, Kementerian Kesehatan belum menunjuk satupun rumah sakit BUMN sebagai rumah sakit rujukan untuk menangani pasien terdampak virus Corona. Padahal Menteri BUMN Erick Thohir telah mengusulkan empat rumah sakit plat merah yang dinyatakan sudah siap menampung para pasien.
 
“Ada empat (RS) yang sudah benar-benar siap (tangani pasien corona). RS Pertamina Jaya, RS Pelni, RS Lavelia Malang dan RS PHC Surabaya,” ungkap Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga.
 
Meski begitu, kata Arya rencananya Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto akan meninjau langsung rumah sakit milik BUMN. Tinjauan tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah RS plat merah benar-benar telah siap dalam menangani pasien corona.
 
“Sejauh ini belum ada yang di tempatin di RS BUMN. Ada rencana, Menkes mau lihat (fasilitas RS BUMN) juga. Minggu depan sudah ok lah,” ujar Arya.
 
Arya menjelaskan, jika keempat rumah sakit BUMN telah diberi izin untuk menangani pasien corona, pihaknya akan mempersiapkan rumah sakit yang lainnya. BUMN sendiri mengelola 65 rumah sakit di seluruh Indonesia.
 
“Nantinya ada 31 (RS BUMN), tapi awal empat dulu. Empat ini sudah bisa tes (corona),” ucap dia.
 
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir berencana menyulap Hotel Patra Comfort, Jakarta untuk menampung orang dalam pengawasan (ODP) virus corona. Selain itu, di Rumah Sakit Pertamina Jaya juga telah tersedia ruangan untuk pasien corona.
 
“Jadi nanti yang 65 itu (tempat tidur di RS) ditambah 52 (tempat tidur) yang di hotel untuk ODP, jadi safe house,” kata Arya.
 
Setelah pemanfaatan hotel jadi RS telah optimal, nantinya akan ada penambahan 90 tempat tidur untuk pasien penyakit tersebut. Sementara RS Pertamina Jaya akan memiliki fasilitas laboratorium pendeteksi virus corona, radiologi dan ruang isolasi.
 
“Jadi RS Pertamina Jaya akan gunakan bangunan lama di sekitar Cikini dan Pramuka. Itu ada ruangan isolasi bertekanan tinggi di tiga lantai, sehingga sistem penyaluran udaranya enggak terlewati virus,” kata Arya. Arya menjelaskan, operasional seluruh bagian dari rumah sakit dan hotel yang telah disulap akan dipegang oleh 10 dokter spesialis, 8 dokter umum dan 38 perawat terlatih.
 
Sumber: Kompas.com
Foto: LIPUTAN6/Athika Rahma

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU