Senin, 15 Juli 2024

Antisipasi Puasa, RNI Ajukan Impor Gula 250.000 Ton

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) tengah mengajukan impor gula sebesar 250 ribu ton. Impor gula ini khususnya digunakan untuk stabilisasi harga dalam menghadapi puasa dan Lebaran.

“Kita sekitar 250 ribu ton,” kata Direktur Utama RNI Eko Taufik Wibowo di Kementerian BUMN Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020).

Dia mengatakan, untuk keputusan impor menunggu restu dari rapat koordinasi terbatas (rakortas) pemerintah. Kemudian, izin impornya akan dikeluarkan Kementerian Perdagangan.

Lanjutnya, untuk antisipasi gejolak harga diharapkan gula impor itu masuk pada awal April.

“Puasa itu mulai April, jadi paling nggak ya awal minggu April barang udah masuk. Karrna awal puasa juga sudah ada yang masuk raw sugarnya, jadi nggak perlu khawatir,” katanya.

“Karena biasanya kalau puasa ada gejolak permintaan tinggi, jadi untuk antisipasi itu makanya RNI dan Bulog mengajukan impor, karena kita BUMN pasti bertanggung jawab dengan operasi pasar, kebutuhan-kebutuhan ini harus dipenuhi,” ungkapnya.

Dia mengatakan, gula itu kemungkinan dari India. Sebab, pemerintah juga punya misi khusus.

“Saya dengar dari India, karena ada kepentingan pertukaran ini juga. Karena kita bergantung juga terhadap pertukaran ekspor ke India, coal, sawit dan lain-lain,” ujarnya.

Sumber : finance.detik.com

Foto: Aktual

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU