Kamis, 29 Februari 2024

Strategi Semen Indonesia Hadapi Oversupply Tahun 2020

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Sejumlah pelaku industri semen dihadapkan dengan masalah berlimpahnya pasokan (oversupply) semen lokal. Tentu hal ini berdampak pada penjualan semen dalam negeri.

Kendati tantangan ini dibilang akan berlanjut hingga 2020, Semen Indonesia telah menyiapkan beberapa strategi untuk menghadapinya. Salah satunya memperdalam pasar ekspor. 

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia, Sigit Wahono  menyatakan tahun depan Semen Indonesia akan fokus menggarap pasar ekspor regional. “Seperti Asia Selatan, Asia Tenggara, dan menjajaki pasar ekspor di kawasan lain,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Jumat (27/12). 

Meski tidak merinci ke mana kawasan lain yang akan dibidik perusahaan, Sigit menjelaskan tahun ini Semen Indonesia telah merampungkan integrasi fasilitas produksi dan distribusi untuk menopang pengiriman produk ke pasar ekspor. 

Melansir laporan keuangan perusahaan di kuartal tiga 2019, pendapatan segmen luar negeri, Asia turun 7% year on year (yoy) menjadi Rp 2,17 triliun. 

Anak usaha Semen Indonesia, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) melihat prospek bisnis semen akan lebih baik di 2020. 

Dihubungi terpisah, Direktur Solusi Bangun Indonesia Agung Wiharto menyatakan penjualan semen di 2020 akan lebih baik dari tahun ini. “Ada beberapa katalis positif untuk industri semen di tahun depan salah satunya inflasi yang terkendali,” jelasnya. 

Selain itu, Agung menjelaskan inflasi yang terjaga membuat sektor properti kedapatan angin segar sehingga meningkatkan permintaan semen domestik.

Adapun Agung juga melihat, kondisi politik yang stabil tentu memberi dampak pada ekonomi ritel yang akan bertumbuh meski resesi tetap membayangi. 

Melihat dari katalis positif di tahun depan, Agung yakin penjualan semen SMCB akan lebih baik di tahun depan. Namun, ia belum mau menjelaskan berapa pertumbuhan penjualannya.

Seiring dengan sinergi dengan Semen Indonesia, Solusi Bangun Indonesia mencatatkan kinerja positf di kuartal III 2019. Pasalnya pendapatan SMCB tumbuh 2,23% yoy menjadi Rp 7,73 triliun.

Adapun produsen semen ini juga mencatatkan cuan atau laba periode berjalan sebesar Rp 134,12 miliar dari sebelumnya rugi bersih sebesar RP 630,35 miliar di periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sumber : industri.kontan.co.id

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU