Kamis, 29 Februari 2024

Rencana 2020, Semen Baturaja Alokasikan Capex Sebesar Rp150 Miliar

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Tahun depan, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) berencana untuk melakukan beberapa ekspansi dan pengembangan usaha. Oleh karenanya, emiten penghuni Indeks Kompas100 ini mengalokasikan belanja modal/capital expenditure (capex) sebesar Rp 150 miliar.

VP Corporate Secretary Semen Baturaja, Basthony Santri mengatakan, capex tersebut akan digunakan salah satunya untuk pengembangan tambang Pelawi. Kontan.co.id mencatat, hasil dari tambang ini akan disuplai untuk pabrik baru SMBR yakni Baturaja II.

Belanja modal juga akan digunakan untuk rekondisi jalur emplacement 3 situs serta persiapan Pabrik Baturaja III. Rencananya, pabrik anyar yang terletak di Jambi tersebut akan memiliki kapasitas produksi 2 juta ton semen per tahun.

Selain itu, capex juga akan dianggarkan untuk pengembangan terminal semen, persiapan produk hilir turunan semen hingga beberapa investasi yang sifatnya rutin. Basthony melanjutkan, seluruh dana belanja modal SMBR tahun depan akan berasal dari dana internal perusahaan.

Per kuartal III 2019, penjualan semen SMBR mencapai 1,51 juta ton. Hingga akhir tahun, SMBR menargetkan dapat menjual 2,1 juta ton. Kontan.co.id mencatat, jumlah ini lebih rendah dibandingkan target penjualan sebelumnya yang mencapai 2,3 juta ton.

Hal ini tidak lepas dari melemahnya permintaan semen khususnya di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). “Karena kalau dilihat dari permintaan di Sumbagsel saat ini masih terkoreksi 10% secara year-on-year,” ujar Basthony kepada Kontan.co.id, Kamis (19/12).

Meski demikian, Basthony optimis SMBR dapat mencapai target penjualan tersebut. SMBR pun telah menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi kondisi kelebihan pasok (oversupply) yang tengah melanda industri semen.

Diantaranya adalah dengan melakukan efisiensi biaya serta menggenjot penjualan klinker/terak (semen setengah jadi) ke pasar ekspor.

Selain itu, SMBR juga memperkuat distribusi dan logistik dengan implementasi distribution center di Wilayah Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, hingga Bangka Belitung. Sebab, SMBR merupakan market niche yang berfokus pada pasar Sumbagsel.

Sumber : investasi.kontan.co.id

 

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU