Kamis, 23 Mei 2024

Kelola Limbah Elektronik, BGR Logistik Optimistis Raih Target Pendapatan 1,7 Triliun

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | BUMN BGR Logistik melirik potensi cuan dari pengolahan limbah elektronik. Lini bisnis baru ini bahkan diharapkan mampu menyumbang hingga seperlima dari target pendapatan perseroan.  

Untuk meraih penghasilan dari sampah elektronik, akhir November lalu BGR Logistik telah melakukan commercial soft launching BGR Access.

“Aplikasi ini akan membantu memudahkan masyarakat untuk membuang ataupun mengeluarkan barang bekas elektronik yang dimiliki karena sudah rusak ataupun sudah tidak digunakan, hanya melalui aplikasi yang dapat diunduh pada Google Play,” Direktur Utama PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR Logistics, M Kuncoro Wibowo di Kantor Kementerian BUMN Jakarta, Rabu (18/12).

Dalam menjalankan lini bisnis baru ini, BGR akan bekerja sama dengan mitra. Nantinya, masyarakat yang ingin menjual barang bekasnya bisa mengumpulkan sendiri barang di tiap mitra ataupun menggunakan jasa jemput barang. Dalam hal ini BGR menjalin kerjasama dengan Grab dan Triplogic.

BGR Logistic akan mengambil barang-barang tersebut setelah terkumpul di mitra dalam jumlah tertentu. Barang-barang bekas elektronik itu lalu dikirim ke pihak yang mendaur ulang.

Nantinya, user dalam hal ini masyarakat dan mitra akan mendapatkan kompensasi dari proses penjualan barang bekas elektronik tersebut. Harga barang per kilogram sudah ditentukan dan dapat langsung diketahui melalui aplikasi BGR Access. Uang hasil penjualan akan diberikan berupa saldo LinkAja.   

Koncoro berharap setidaknya 20% pendapatan perusahaan dapat diperoleh dari lini bisnis ini.

Tidak hanya itu, BGR Access juga akan mempersiapkan sejumlah layanan logistik. Juga, diversifikasi bisnis berupa e-commerce yang akan mempermudah pengguna mendapatkan komoditas pangan. Kedua layanan itu nantinya akan menyatu dalam sistem yang disebut “Sistem Integrator BGR Logistics”.

Pengembangan bisnis melalui inovasi digital ini, jelas Kuncoro, nilainya tak sampai Rp1 miliar atau  hanya 1% dari capex tahun 2019.

Inovasi bisnis tersebut, serta sejumlah kontrak kerja sama yang siap dijalankan tahun depan membuat Kuncoro optimistis target pendapatan perusahaan Rp1,7 triliun tahun 2020 bisa teraih.

“Tahun depan Rp1,7 triliun (pendapatan.red) bisa. Karena beberapa kontrak udah bisa diselesaikan tahun ini,” kata Kuncoro.

Ia menyebutkan hingga saat ini terdapat sejumlah proyek jangka panjang dengan durasi 5-10 tahun yang sudah didapat perusahaan. Salah satunya adalah proyek pembangunan cold storageoffice work sampai modern warehouse di Kelapa Gading yang signifikan nilainya. Khusus pembangunan cold storage dianggarkan dana sebesar Rp40 miliar.  

Potensi bisnis ibu kota negara baru pun turut disasar. Menurut Kuncoro, saat ini pihaknya sudah mulai melakukan pengadaan armada dalam jumlah besar, termasuk trucking dengan ukuran besar.

Untuk mendukung beberapa program kerja tersebut, belanja modal tahun 2020 pun ditingkatkan menjadi Rp270 miliar. Naik nyaris tiga kali lipat dari belanja modal tahun 2019 yang tidak sampai Rp100 miliar.

“Kita sekarang lagi mengembangkan bagaimana mereduksi logistik nasional ya. Kita bangun gudang di Medan sama Lampung, itu salah satu contoh,” terang dia.

Kuncoro menjelaskan, transformasi telah dilakukan BGR Logistics sejak akhir tahun 2018, mulai dari transformasi budaya, visi dan misi, logo, serta penerapan berbagai aplikasi berbasis IT. Transformasi ini telah rampung digarap dan diimplementasikan dalam perusahaan tersebut dalam waktu kurang dari 6 bulan.

Sumber : www.validnews.id

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU