Senin, 4 Maret 2024

Perkuat Sektor Logistik, PELNI Hadirkan Solusi Layanan Logistik Terintegrasi di ITSCL 2019

ads-custom-5

Jakarta, BUMNInfo | Pelni Logistics, anak perusahaan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), menghadirkan solusi layanan logistik terintegrasi dalam Indonesia Transport Supply Chain Logistic (ITSCL) 2019 yang digelar di JIExpo Kemayoran Jakarta mulai 16-18 Oktober 2019. Keikutsertaan Pelni Logistic ini merupakan salah satu upaya PT Pelni guna memperkuat komitmennya untuk menjadi yang terdepan dalam industri pelayaran di Tanah Air.

Keikutsertaan Pelni Logistics dalam pameran ini dilatarbelakangi oleh optimismenya meraih pangsa pasar logistik yang terus bertumbuh di Tanah Air.

Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi (PMDN & PMA) selama triwulan II 2019, sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi mencapai Rp34,5 triliun atau sekitar 17,2% dari total realisasi secara keseluruhan pada triwulan II 2019.

Supply Chain Indonesia (SCI) memprediksi sektor logistik akan tumbuh sebesar 11,56% dari Rp797,3 triliun pada 2018 menjadi Rp889,4 triliun pada 2019.

“Sektor logistik memiliki potensi besar untuk terus bertumbuh seiring dengan meningkatnya daya saing industri nasional. Berbekal jaringan terluas sebagai modal utama dan didukung dengan berbagai fasilitas dan layanan prima, kami optimis untuk memperkuat posisi kami di sektor logistik,” kata Harry, Rabu (16/10).

Harry menambahkan, PELNI memperkuat sektor logistik dengan layanan berbasis digital yang dapat diakses konsumen melalui web https://cargo.pelnilogistics.co.id maupun aplikasi mobile yang dapat diunduh di Playstore.

Melalui layanan berbasis digital ini, para konsumen dapat melihat informasi jadwal kapal, tarif pengiriman, dan pelacakan kargo.

“Konsumen hanya cukup memasukkan jumlah kontainer yang ingin dipesan, kemudian akan tampil jadwal kapal yang tersedia beserta biaya yang dibutuhkan,” ujarnya

Di akhir pesanan, aplikasi secara otomatis akan mengirim kode pemesanan ke email pemesan untuk selanjutnya dilakukan pembayaran.

“Layanan digital ini memudahkan konsumen dalam melakukan pemesanan kargo/kontainer lebih cepat efisien dan transparan. Selain itu, konsumen dapat melacak ketibaan barang kiriman ke lokasi tujuan,” imbuhnya.

Harry menjelaskan, saat ini, untuk sektor logistik, PELNI diberikan tanggung jawab oleh pemerintah untuk menjalankan 6 angkutan tol laut dengan spesifikasi angkutan kontainer dan dua kapal ternak bersubsidi.

Melalui jalur tol laut sebagai fasilitas pendukung dalam pengiriman logistik diharapkan dapat memperlancar distribusi barang, sehingga dapat membantu upaya pemerintah dalam mengurangi disparitas harga antar wilayah, memperkuat konektivitas antar pulau di Indonesia.

“Sektor ini mengalami pertumbuhan kinerja yang signifikan dalam kurun waktu 4 tahun terakhir,” bebernya.

Hal tersebut dapat terlihat dari angka pertumbuhan armada seperti angkutan kontainer yang semakin produktif sejak menjalani penugasan tol laut pada tahun 2015 yakni berhasil mengangkut sebanyak 12.501 kontainer, tahun 2016 sebanyak 14.427 kontainer, 2017 menjadi 15.529 kontainer, dan 2018 menjadi 23.083 kontainer.

Selain itu, PELNI juga mengoperasikan 26 kapal penumpang yang menyinggahi lebih dari 95 pelabuhan kapal penumpang dan lebih dari 300 pelabuhan kapal perintis dengan 46 kantor cabang di seluruh Indonesia termasuk wilayah terpencil yang memiliki keterbatasan akses transportasi.

“Di masa mendatang, PELNI akan memfokuskan usaha pada sektor logistik dan trading sebagaimana yang dituangkan dalam RJPP PELNI 2020 – 2024. Melalui tagline Redpack, yang merupakan kependekan dari responsibility & excellent delivery, kami terus berupaya untuk menghadirkan layanan terbaik kepada para konsumen,” pungkas Harry.

Sumber : maritimenews.id

 

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU