Kamis, 23 Mei 2024

Ibu kota pindah, WIKA Bidik Proyek Pembangkit Listrik, Jalan, dan Jaringan

ads-custom-5

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) tampak agresif membidik proyek pemindahan ibu kota baru ke Kalimantan Timur. Emiten pelat merah yang bergerak di bidang konstruksi tersebut membidik proyek pembangkit listrik, jalan, dan jaringan seperti jaringan air maupun gas. 

Direktur Utama WIKA Tumiyana menjelaskan, pihaknya memiliki kondisi finansial dan sumber daya yang cukup. Apalagi net gearing ratio WIKA saat ini masih berada di bawah 1 kali. “Saya masih punya room (gearing ratio) 0,5 kalau ekuitas di atas Rp 23 triliun, saya memiliki kemampuan me-leverage sampai dua kalinya ekuitas,” jelas Tumiyana di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/8). 

Kapasitas finansial lain, Tumiyana bilang, dapat dilihat dari kemampuan penyerapan belanja modal mencapai Rp 20 triliun dan akan secara gradual terus meningkat. Dengan rencana tersebut, WIKA menyiapkan beberapa skema pendanaan seperti KPBU, penerbitan obligasi dan melepas sebagian saham milik entitas anaknya kepada publik. 

WIKA melihat peluang penerbitan obligasi terbuka lebar mengingat Bank Indonesia (BI) baru saja menurunkan suku bunga. Direktur Keuangan WIKA Ade Wahyu mengatakan, pihaknya berencana menerbitkan obligasi berdenominasi rupiah dengan target emisi sekitar Rp 2 triliun hingga Rp 5 triliun tahun depan. 

Selain itu, WIKA berencana mengantarkan dua anak usahanya melantai di BEI yaitu WIKA Realty dan WIKA Konstruksi. Diproyeksikan WIKA Konstruksi akan melantai pada semester I-2020.

Sebelum melantai, WIKA berniat meningkatkan kapasitas anak perusahaannya tersebut dari sekitar 50.000 ton menjadi 100.000 ton di akhir tahun ini. Harapannya, dengan begitu valuasi menjadi meningkat. Dari IPO tersebut, target perolehan dana segar sekitar Rp 1,2 triliun hingga Rp 1,8 triliun. 

“Realty nunggu holding. Harapannya di semester satu juga,” jelas Ade. WIKA menargetkan bisa mendapatkan dana segar minimal Rp 2 triliun dari melepas saham WIKA Realty. 

Kendati begitu, skema pencarian dana ini tidak hanya untuk mendanai proyek ibu kota baru di Kalimantan Timur. Dia mengatakan dana tersebut juga digunakan untuk membuat tank storage di wilayah Indonesia Timur dan Jawa serta proyek pembangkit listrik. Adapun nilai investasi untuk di Indonesia Timur sekitar Rp 400 miliar hingga Rp 800 miliar. Sedangkan di Jawa sekitar Rp 2 triliun hingga Rp 3 triliun. 

Untuk pembangkit listrik, WIKA telah menggarap sekitar 12.800 MW. “Untuk tahun depan target 600 MW-800 MW, ada di Sulawesi, Sumatra yang kami bangun,” jelas Ade. 

 

Sumber : Kontan.ID

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU