Jumat, 19 April 2024

Damri Kaji Dua Trayek Baru

ads-custom-5

Kalimantan Utara, BUMNInfo | PERUM Damri Cabang Tanjung Selor masih mengkaji rencana trayek baru, KTT-Malinau yang diusulkan Bupati Pemkab Tana Tidung H. Undunsyah.

General Manager (GM) Perum Damri Cabang Tanjung Selor, Tri Wijono Djati menjelaskan, setelah pengkajian selesai tahap selanjutnya akan diarahkan ke mana. Apakah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Di KTT memang sangat membutuhkan adanya trayek baru itu,” ungkap Tri kepada Radar Kaltara kemarin (27/8).

Pertimbanganya banyak masyarakat KTT dalam memenuhi kebutuhan pokok mengandalkan Malinau. Hanya saja selama ini melalui jalur sungai yang jika dihitung biayanya lebih mahal jika melalui jalur darat, terlebih menggunakan angkutan umum bus Damri.

“Sehingga kita berharap perekonomian masyarakat KTT bisa membaik,” ujarnya.

KTT, aku Tri, sudah terlayani bus Damri namun tidak melayani KTT-Malinau, tapi Tanjung Selor-KTT dan sebaliknya. Menyoal trayek Tanjung Selor-Mangkupadi yang terhenti sejak November 2018, Tri mengatakan, Perum Damri sebenarnya berharap bisa mengaktifkan kembali rute tersebut. Namun sebelum diaktifkan terlebih dahulu akan dilakukan survei pendahuluan.

“Kita harus tetap melakukan survei ulang lagi, termasuk dokumen. Setelah survei dilakukan baru kita tindak lanjuti,” jelasnya.

Sementara terkait alasan pemberhentian, kata Tri, diakibatkan jumlah penumpang belum bisa menutupi biaya operasional. Sebab bus yang melayani telah komersil. Sama halnya dengan Malinau, yang sebelumnya subsidi sekarang sudah tidak.

“Kalau di Malinau kita masih berani kalau di Mangkupadi itu kita tidak berani,” bebernya.

Artinya, jikademand atau permintaan sudah bagus dan ada peningkatan penumpang diatas 60 persen baru Damri memikirkan apakah siap untuk di komersilkan.

“Tapi kalau masih di bawah 60 persen, kita tidak berani. Tidak dapat menutupi biaya operasional,” jelas

Menurut Tri, animo masyarakat di Mangkupadi sebenarnya cukup bagus. Hanya saja belum dapat menutup biaya operasional. Akhirnya, pelayanan tidak dapat berlanjut.

“Kita harapkan trayek Tanjung Selor-Mangkupadi ini ada campur tangan pemerintah dalam hal ini terkait masalah anggaran, kalaupun harus komersil tentu akan sulit untuk teralisasi, jadi semua itu kembali ke pemernitah,” bebernya.

Pada dasarnya, Damri selaku operator selalu siap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga diharapkan saja di tahun 2020 nanti dapat terealisasi dan mendapat support (dukungan) dari pemerintah.

“Jadi kita berharap dari pemerintah juga ada support,” pungkasanya. (*/jai/ana)

Sumber: kaltara.prokal.co

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU