Selasa, 27 Februari 2024

PT DI Bakal Ekspor Pesawat ke Thailand Hingga Nepal

ads-custom-5

Jakarta, BUMNinfo | PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI menargetkan kontrak baru untuk ekspor pesawat ke sejumlah negara di tahun 2019. Kontrak baru tersebut sebagian besar ditujukan untuk pesawat CN235 dan NC212. Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia, Eflien Goentoro mengatakan, kerja sama ekspor baru ini dilakukan dengan beberapa negara, diantaranya Thailand, Filipina, Malaysia dan Nepal.

“Kita rencanakan targetkan Thailand, Filipina, Malaysia kita targetkan semua. Nepal itu juga, ada beberapa yang kita targetkan untuk dapat,” ujar Eflien Goentoro.

Dia menambahkan, PTDI akan membidik target dengan jumlah yang bervariasi dari setiap negara. Thailand ditargetkan tiga pesawat, Malaysia sebanyak dua pesawat, dan Nepal untuk satu pesawat. Sedangkan untuk jenisnya, Elfien menuturkan pesawat yang diekspor sebagian besar berjenis CN235 dan NC212. Seperti Thailand, misalnya, mengekspor jenis CN235 dan NC212. Sementara Malaysia dan Nepal, mengekspor jenis yang sama, yaitu CN235.

Sebelumnya, PT Dirgantara Indonesia telah bekerja sama dengan negara-negara tersebut pada 2002, 2003, dan 2004. 

Eflien mengungkapkan, jika tahun ini akan ada pengiriman pesawat yang merupakan penyelesaian kontrak lama. Pesawat yang akan dikirim tahun ini ada CN235 untuk Nepal dan Sinegal masing-masing 1 pesawat dan 2 pesawat jenis NC212 untuk Thailand.

Saat ditanya nilai kontrak, Eflien belum bisa memberikan jawaban pasti. Namun, hingga 2016 saja, tercatat PT DI telah menerima kontrak pesanan pesawat mencapai Rp 8 triliun. Tentunya jumlah nilai kontrak diprediksi akan semakin meningkat mengingat jumlah repeat order yang dilakukan semakin banyak.

“Ya, tidak hafal sekarang, yang jelas masing-masing harganya nanti keliru. Karena beda-beda. Karena kontraknya udah beberapa tahun yang lalu, bukan baru. Itu kan kita tinggal serahkan tahun ini,” ujarnya.

“Seperti kemarin tahun lalu PT DI bisa serah terima 18 pesawat sama helikopter, itupun kontrak dari 2002, 2003, 2004 baru kita beresin semua. Bikin pesawat paling enggak butuh 2 tahun paling cepat,” ia menambahkan.

Sumber : www.liputan6.com

Foto: Tommy Kurnia/ Liputan6.com

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU