Minggu, 21 April 2024

Asuransi Pertanian, Jaskrindo dan Pemerintah Lindungi Petani

ads-custom-5

Bandung, BUMNinfo | Bencana alam bukan lagi menjadi kendala bagi para petani di Jawa Barat. Sebab, melalui Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) lahan pertanian para petani sudah dilindungi jika gagal panen.

AUTP ini dapat dioperasi secara online melalui aplikasi SIAP (Sistem Informasi Asuransi Pertanian). Untuk meningkatkan pelayanan ke masyarakat, saat ini PT Jasa Asuransi Pertanian (Jasindo) tengah mengoptimalkan aplikasi SIAP (Sistem Informasi Asuransi Pertanian) agar bisa dikelola dengan mudah oleh para petani.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Petanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Jabar Tita Nurroswita mengatakan, melalui Aplikasi SIAP para petani bisa langsung mendaftar dan mengasuransikan lahan taninya.

”Aplikasi SIAP merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Pertanian dengan Jasindo untuk mempermudah pendaftaran dan pendataan asuransi,” ujar Tita

“Program AUTP ini dapat disebut juga sebuah kepedulian Kementan terhadap petani. Sehingga para petani tidak perlu kha­watir lagi jika sawahnya gagal panen sebab banjir, keke­ringan dan hama. Meskipun tidak memperoleh penggantian kerugian seluruhnya tapi asuransinya membantu petani bila gagal panen dengan mekanisme ada pemberian subsidi premi 80 persen dari pemerintah,” lanjut Tita.

Tita menyampaikan bahwa untuk pe­minat asuransi ini, setiap tahunnya akan ada peningkatan dengan target peserta asu­ransi 100-200 ribu hektar untuk provinsi Jabar. Fasilitas yang dianggarkan dari APBN pemerintah pusat ini didapat rata-rata 100-200 ribu hektar. Penerimanya untuk semua daerah di Jawa Barat dan tidak ada pengecua­lian.

Sistem asuransi ini berlaku per­musim tanam. Jadi begitu petani menanam dibayar 36 ribu per hektar dia dapat premi kalau misalnya ada kejadian banjir, terserang hama nanti dia dapat peng­gantian 6 juta per hektar. Sedangkan jika luas lahan yang diasuransikan kurang dari satu hektar atau lebih maka besaran premi dihitung secara proporsional.

”6 juta per hektar itu dimaksud­kan untuk membantu petani memulai lagi usaha pertanian­nya, kenapa angkanya 6 itu dari asuransi pertanian itu kebijakannya sampai ke Jasin­do. Jadi mengelola asuransi Jasindo, sehingga pemerintah itu hanya membantu mem­bayar preminya saja, kan pre­minya 180 ribu per hektae di­bayar petani hanya 36 ribu nah selisihnya dibayar oleh APBN dibayarkannya ke Jasindo,” tambahnya.

Asuransi pertanian ini telah diamanatkan dalam perda, sebagai upaya pemerintah melindungi dan memberdayakan petani. Ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para petani.

’’Kita lagi mencari untuknya seperti apa juga belum tau jadi inginnya asuransi ini tidak hanya diusaha tani nya kalau bisa per­tani nya yang diasuransikan,” tambah dia.

Sumber : Jabar Ekspres

BERITA TERKAIT

ads-sidebar
ads-custom-4

BACA JUGA

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU